by

Maluku Rawan Gempa & Tsunami, BMKG Tambah 14 WRS

-Maluku-232 views

AMBON,MRNews.com,- Wilayah Maluku rawan gempa dan tsunami. Karena itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menambah lagi 14 alat penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami atau warning receiver system (WRS) diberbagai wilayah di Maluku.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon Sunardi mengaku, sejak tahun 2008 BMKG sudah memasang 275 alat WRS termasuk 13 diwilayah Maluku. Namun mengingat peralatan WRS masih sangat dibutuhkan pemerintah daerah dan kantor lembaga/kementerian, maka tahun ini, BMKG memasang WRS generasi terbaru di 315 lokasi di Indonesia termasuk 14 lokasi di Maluku.

“Untuk Maluku, dipasang di Ambon 3 unit, Kepulauan Tanimbar 3 unit, Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru masing-masing 1 unit,” jelas Sunardi kepada awak media di Ambon, Selasa (16/6/20).

WRS generasi terbaru yang dipasang kata Sunardi, tentu saja menggunakan teknologi terbaru ini memiliki nama baru yaitu “WRS NewGen” yang berbeda dengan WRS sebelumnya. WRS NewGen merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami, karena alat ini akan memberikan informasi gempa secara lebih cepat karena bersifat “real time”.

Dengan terpasangnya WRS NewGen ini diharapkan dapat meningkatkan performa penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG Pusat Jakarta ke kantor unit pelaksana teknis BMKG, pemerintah daerah, lembaga/kementerian, media, dan lembaga lain yang terkait penanganan bencana.

“Harapan kita dengan adanya percepatan penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami ini, maka akan dapat mempercepat respon dalam penanganan bencana, sehingga dapat memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bencana,” tukasnya.

Diketahui, Maluku bagian dari jalur aktif gempa bumi. Kondisi fisiografi wilayah Maluku sangat dipengaruhi aktivitas tumbukan 3 lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Ketiga lempeng itu bertumbukan dan bergerak secara relatif satu dengan lainnya.

Secara umum, Maluku memiliki 2 sumber gempa subduksi laut Banda bagian utara dan laut Banda bagian selatan. Selain itu wilayah Maluku juga memiliki tidak kurang dari 30 segmentasi sesar aktif dari total 295 segmentasi sesar aktif yang telah terpetakan.

Hasil monitoring BMKG Stasiun Geofisika Ambon, selama periode 2011-2019, rata-rata dalam setahun terjadi gempa 1000 hingga 1500 kali dan gempa signifikan dengan magnitudo diatas 5,0 sebanyak 60 kali. Tidak kurang dari 40 kali kejadian tsunami pernah terjadi di Maluku, salah satunya tsunami dahsyat tahun 1674 di Ambon yang mengakibatkan lebih 2000 korban jiwa. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed