by

Malas Ngantor, Ombudsman Kritik Keras Gubernur Maluku

AMBON,MRNews.com,- Ombudsman Perwakilan Maluku sesalkan sikap Gubernur Maluku Murad Ismail yang dinilai malas berkantor. Padahal kehadiran Gubernur di kantor sangat penting guna mengontrol pelayanan publik di Maluku yang masih kurang maksimal selama ini. Informasi malasnya sang Gubernur ke kantor selama lima hari kerja datang dari masyarakat yang disampaikan ke Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik.

“Katong Ombudsman sebagai lembaga pengawas datang hari ini (kemarin-red) ke kantor Gubernur untuk memastikan Gubernur ada di tempat atau tidak, ternyata beliau memang tidak ada. Kita sangat merasa menyesal kalau Gubernur selalu meninggalkan atau jarang berkantor. Padahal kami harapkan Gubernur mesti rajin berkantor karena apapun yang terjadi pelayanan publik harus maksimal,” tukas Kepala Ombudsman RI Perwakilan Maluku Hasan Slamet kepada awak media di kantor Gubernur, Selasa (12/11/19).

Hasan bahkan mengaku, pihaknya sudah dua kali memohon audiens tapi juga kesulitan untuk bertemu karena Gubernur selalu tidak di kantor. Padahal diharapkan agar kedepan standar pelayanan publik di pemerintah provinsi Maluku, sesuai hasil penilaian Ombudsman yang merah dua tahun berturut-turut kemudian kuning, di 2019 ini bisa beralih ke zona hijau.

“Tetapi dengan kondisi kayak gini saya yakin tidak mungkin zona hijau, pasti turun atau bisa-bisa balik ke merah lagi,” kesalnya.

Olehnya kedepan, diakuinya, Ombudsman dan pemerintah daerah mesti bekerjasama melihat hal-hal pelayanan publik apa yang kurang terutama dalam kondisi gempa saat ini banyak laporan ke Ombudsman tentang penyaluran bantuan belum maksimal, kemudian banyak pengungsi masih kekurangan air bersih, MCK juga belum tersedia. Bukan hanya itu namun kepedulian untuk hal-hal lain seperti bagaimana koordinasi untuk memastikan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan pengungsi terlayani,.

“Bahkan ada di SBB itu kan ada pengungsi yang ditelantarkan sampai meninggal. Banyak harus diperhatikan agar kedepan itu kita Maluku bukan hanya terperosok berada di garis kemiskinan, pengangguran kemudian indeks pendidikan kita menurun. Maka kita harapkan Gubernur harus selalu standby di tempat. Tetapi dengan alasan koordinasi dan sebagainya maka apa yang bisa kita harapkan dari Gubernur seperti ini,” ungkapnya.

Sesuai penjelasan Sekda, kata Hasan, Gubernur lagi berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk menindaklanjuti hasil pembicaraan dengan Presiden di Hotel Santika beberapa waktu lalu. Itu juga penting demi kepentingan Maluku. Namun kalau sudah selesai, mesti kembali ke tempat untuk bisa memastikan pelayanan-pelayanan publik di provinsi dan kabupaten/kota yang terlihat kurang bagus.

“Kita datang cek langsung karena banyak dapat masukan dari masyarakat bahwa Gubernur malas berkantor. Apalagi juga disesalkan, kita pernah menyurat dua kali untuk audiens tapi beliau tidak punya waktu dan disposisi ke Wagub. Padahal kita datang bukan hanya mau membahas masalah strategis saja. Bahkan setelah dilantik sampai hari ini kita belum pernah audiens dengan beliau. Padahal audiens itu penting. Mungkin disitu ada sinergi berpikir tentang bagaimana pelayanan publik di Maluku mesti maksimal,” bebernya.

Apalagi tambahnya, OPD-OPD pemerintah provinsi Maluku kerjanya sampai hari ini belum maksimal dan hasil kerja Ombudsman menyangkut tentang penilaian yang dilakukan dalam kaitannya dengan kepatuhan terhadap Undang-undang nomor 25 tentang pelayanan publik, dirasakan ada hal-hal yang harus didiskusikan. Namun bila Ombudsman dianggap tidak terlalu penting, bukan sebuah persoalan. Tapi kepentingan pelayanan publik jadi utama.

“Untuk rekomendasi terhadap sikap Gubernur itu belum sampai lah. Paling kurang tindakan korektif. Kedatangan kita juga bagian dari tindakan korektif. Bahwa kita sangat merasa menyesal kalau Gubernur selalu meninggalkan atau jarang berkantor. Bahasa itu kan bukan Hasan Slamet tapi itu adalah ombudsman yang punya tugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik. Pasti kita akan koordinasi dengan pusat soal ini,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed