by

Mahubessy Bakal Gugat Perdata Leasing Soal Kasus Gadai Mobil

AMBON,MRNews.com,- Hesti Cyntia Mahubessy, oknum pegawai Pemkot Ambon melalui kuasa hukumnya, Fileo Pistos Noya bakal menggugat perdata leasing dan pihak dealer terkait persoalan kasus gadai dan jual mobil Avanza hitam berplat nomor polisi DE 1436 B.

Noya katakan, jalur perdata ditempuh karena mobil tersebut harus diluputkan agar lagi tidak pindah tangan ke orang yang bukan memiliki hak.

“Kita akan ajukan gugatan terhadap Leasing, pemberi kuasa yang menandatangani kuasa dan perjanjian antara klien saya dan pihaknya untuk Hesty melunasi mobil itu di leasing. Karena ada perjanjian dan kuasa,” tandas Noya kepada awak media di Ambon, Selasa (24/8).

Sebelumnya dibeberkan Hesty, baik dirinya maupun Ana Soplantila, ASN Pemkot lainnya sempat dilaporkan Yan Matulessy yang mengaku merupakan pemilik sah dari mobil Avansa DE 1436 B, ke kepolisian.

Karena mengaku pemilik mobil, Yan awalnya meminta Hesty membeli mobil tersebut darinya seharga Rp 60 juta dan kuitansi kesepakatan pembelian mobil tersebut sudah dikantongi.

Namun uang tidak diberikan sepanjang Yan belum mampu memberikan BPKB mobil asli dan atas kesepakatan bersama, mobil itu dipakai Yan sebagai mobil rental yang wajib menyetorkan sejumlah uang sebagai biaya angsuran kepada leasing, Mandiri Financial.

Hesty sempat meminta pengacara Yeheskel Haurissa membuat surat kuasa dengan membayar biaya Rp 3,5 juta. Namun kuasa tak dibuat atas keinginannya, malahan dibuat dari Matulessy kepada Yeheskel dan bukan dari Matulessy kepadanya.

Singkatnya, menurut Hesty, dirinya ditipu Yan. Sebab pemilik asli mobil Avanza adalah Nofenti Lesilolo, saudara dari mantan isteri Yan atau iparnya. Transaksi jual beli mobil senilai Rp 65 juta dan dokumen lengkap dilakukan termasuk kuasa dari pemilik sah mobil.

Sehingga tidak benar mobil tersebut digadai atau dijualnya. Karena sebenarnya Ana Soplantila yang diduga menggadai ke salah satu pihak di Lantamal Halong sebesar Rp 30 juta, dengan modus awal menyewa mobil seminggu untuk acara nikah dengan biaya Rp 7 juta, DP Rp 2 juta.

Dan Hesty lah akuinya, yang menebus untuk mobil tersebut bisa keluar dari pihak Lantamal dengan biaya Rp 34 juta.

“Dalam kasus ini, saya disebut-sebut sebagai dalang dari tindak kejahatan itu dan Ana Soplantila merupakan orang yang diperalat, yang kemudian merugikan dua oknum yakni Yan Matulessy dan Win Tampubolon,” terang Hesty.

Untuk diketahui, Win Tampubolon merupakan pembeli mobil yang diakui milik Yan Matulessy. Bahkan sempat terjadi perampasan kendaraan dari anak Tampubolon oleh Matulessy, karena sempat dikira sebagai pemilik gelap.

Artinya dari gambaran itu, sambung Phistos Noya, kuasa hukum Hesty, telah jelas bahwa pemilik asli dari mobil tersebut sesungguhnya bukanlah Yan Matulessy melainkan Chyntia Lesilolo yang merupakan mantan istri Yan.

“Mobil ini yang punya muka adalah Chyntia Lesilolo (ex Istri Yan), lalu nama yang tercatat di leasing adalah Nofenty Lesilolo, saudara Cyntia,” ungkapnya.

Menurutnya pula, yang Yance Matulessy lapor di polisi bukan Hesty tapi Anna yang menggadaikan mobil untuk orang di Lantamal. Sebab Hesty yang berupaya menemui Tampubolon untuk menebus mobil tersebut.

“Hesty yang bertindak untuk meluputkan, melindungi mobil itu lalu datang ke beliau (Tampubolon) meminta bantu kesana,” beber Pistos.

Sebab itu, dirinya kembali tegaskan, terkait soal pidana, sementara waktu tidak diambil lantaran saat ini telah dilakukan klarifikasi terhadap kedudukan Mahubessy didalam kasus kejahatan berencana.

Namun langkah yang ditempuh kliennya sebagai pihak yang dirugikan ialah dengan menggugat perdata lising dan pihak pemberi kuasa yakni diler.

“Karena mobil ini harus diluputkan, kami akan menggugat leasing dan pemberi kuasa karena dia yang menandatangani kuasa dan perjanjian untuk Hesty melunasi mobil ini,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed