by

Mahasiswa Memiliki Peran Strategis Mengawal Pembangunan di KIT

AMBON,MRNews.com,- Mahasiswa memiliki peran yang sangat strategis dalam mengawal pembangunan daerah dan nasional. Olehnya, mahasiswa tidak hanya berlaku sebagai agent of change tetapi juga sebagai agent of control.

“Mahasiswa tidak boleh jadi beban bagi masyarakat, sebaliknya harus hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat,” ungkap Yamres Pakniany dalam diskusi GMKI Cabang Ambon dengan tema peran serta mahasiswa dalam mewujudkan pembangunan dan mendukung kesejahteraan di Kawasan Indonesia Timur (KIT), Senin (30/11).

Diskusi yang moderatori Benico Ritiauw, alumnus UGM dihadiri beragam kalangan mahasiswa. Menurut Pakniany, mahasiswa memiliki peranan penting sebab mereka diperlengkapi dengan knowledge (pengetahuan) dan jaringan yang akan sangat berguna ketika diaktivasi untuk mengawal pembangunan, baik melalui aksi, gagasan, maupun kajian.

Oleh sebab itu mahasiswa harus merasa “galau” terhadap pembangunan agar kewarasan sebagai kaum intelektual tetap terjaga.

“Tampak begitu jelas mengingat mahasiswa selalu hadir dan menjadi bagian dari deretan peristiwa pembangunan. Kehadiran itu diisi melalui aksi dan gagasan yang distimulasi untuk menopang praksis pembangunan daerah maupun nasional,” jelas akademisi IAKN Ambon itu.

Indonesia Timur diakui lulusan IPB, memiliki problem pembangunan yang serius dan komprehensif, semisal kasus Amdal Blok Masela, bila mengambil contoh di Maluku.

“Maka mahasiswa harus tetap menjaga solidaritas dalam mengawal pembangunan, terkhususnya di Indonesia Timur, agar ada aksi bersama dan tidak tersekat-sekat suku dan golongan,” ingatnya.

Merespon situasi itu, Pjs Ketua GMKI Cabang Ambon Miraldo Alexander Andries, menambahkan, khusus untuk Gerakan Mahasiswa semisal GMKI, berjalan sesuai wilayah dan medan pelayanan. Namun tidak bisa dipungkiri, banyak kader GMKI yang terlibat aktif dalam mengadvokasi isu-isu terkini menyangkut pembangunan, baik daerah maupun nasional.

“Seperti halnya aksi menolak tambang marmer di Kabupaten SBB dan juga Amdal Blok Masela di Kabupaten MBD yang dilakukan beberapa Minggu lalu. GMKI akan tetap mengawal pembangunan daerah dan nasional baik melalui lembaga organisasi maupun melalui sikap dan tindakan para kader cerdas,” tukas Miraldo.

Sebagai bukti atas argument itu, kata dia, GMKI banyak terlibat dalam sejumlah aksi mengawal proses pembangunan daerah dan juga nasional semisal aksi menyangkut petani sopi, RUU PKS, aksi protes terhadap kebijakan pemerintah daerah dan kota dalam penanggulangan Covid-19, dan yang terakhir yakni aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Diskusi tersebut berjalan dengan produktif. Dapat dilihat dari respon para peserta diskusi yang menanggapi persoalan pembangunan dan kesejahteraan di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku, NTT, dan Papua.

Diskusi ditutup dengan deklarasi oleh GMKI Cabang Ambon sebagai bagian dari mahasiswa Indonesia Timur yang mendorong dan mendukung pemerintah agar dapat mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan di Kawasan Timur Indonesia.

Lebih jauh Miraldo menambahkan, pemuda dan mahasiswa Indonesia Timur harus bersatu dalam memupuk persatuan dan kesatuan, bergandengan tangan dengan pemerintah untuk memaksimalkan pembangun diwilayah timur dengan semangat nasionalisme.

Pentingnya nasionalisme dalam pembangunan daerah ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat sehingga pemikiran melepaskan diri dari NKRI itu tidak lagi muncul.

“Diskusi ini haruslah kita jadikan sebagai momentum untuk membangun semangat baru, pola pikir baru bersama menyatukan kekuatan untuk membangun wilayah timur Indonesia. Terus sebarkan rasa persaudaraan dan kedamaian serta sinergikan kekuatan bersama untuk pembangunan di KIT khususnya Maluku dan Papua,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed