by

LSM GANN : MZW Coreng Citra DPRD Maluku

AMBON,MRNews.com,- Ketua DPD LSM Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Maluku Hidayat Samalehu mengaku, perilaku oknum MZW, anggota DPRD Maluku fraksi Demokrat yang tertangkap bawa alat isap Shabu mencoreng citra institusi DPRD.

“Dengan peristiwa ini, komitmen dan integritas wakil rakyat juga dipertanyakan. Dan selaku organisasi pegiat anti narkotika dan volentier kemanusiaan, kami pesimis atas insiden tersebut,” kata Samalehu via pesan WhatsApp, Rabu (10/3).

Adanya kasus ini sebut Samalehu, pertanda ada penghianatan amanah yang diberikan rakyat kepada legislator dua periode asal Maluku Tengah (Malteng). Sekaligus jadi peringatan dan kritik kepada para wakil rakyat untuk berhati-hati dengan barang haram tersebut.

Warning itu menurutnya, karena komitmen DPRD Maluku perangi narkoba diragukan. Sebab sedari awal ketika gelaran tes urine massal 16 Desember 2020 lalu, yang diperuntukan bagi 45 anggota DPRD Maluku dan ASN sekretatiat DPRD, hanya 30 persen anggota yang terlibat.

“Kami pesimis, karena tes urine itu seakan tidak bermakna. Sedikit sekali animo dan partisipasi anggota DPRD. Justru pegawai sekretariat yang banyak. Artinya konsistensi dan komitmen lembaga DPRD diragukan,” urainya.

Padahal tes urine itu sebut dia, turut membantu pemerintah memerangi dan mencegah peredaran narkotika di Maluku. Seiring Instruksi Presiden (INPRES) nomor 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) yang kemudian dikuatkan dengan Inpres no 2 tahun 2020 tentang aksi P4GN, harus jadi kesepahaman bersama.

“Memakai barang haram itu hanya tiga yang didapat, rumah sakit, penjara dan kuburan. Atau istilah kerennya Ale pakai Ale mati,” terang politisi Hanura.

Tak saja pusat, kata dia, kesungguhan berantas narkoba juga dari mitra kerja DPRD yaitu Pemprov Maluku dengan keluarnya keputusan Gubernur nomor 313 tahun 2020 tentang pembentukan Satgas terpadu pecegahan narkotika.

“Kita GANN mensupport langkah dan niatan baik DPRD Maluku atas rencana DPRD Maluku membentuk Satgas anti narkotika tapi seiring waktu ada keraguan atas fakta-fakta diatas, dan itu terbukti,” ulasnya.

Bagi GANN diakui Samalehu, Maluku darurat narkoba. Narkoba musuh bersama, sehingga memeranginya adalah kewajiban demi masa depan generasi Maluku.

Sebab dengan kondisi Maluku yang terdiri dari pulau-pulau, bisa jadi pintu masuk dan akses bagi pelaku kejahatan narkotika secara leluasa.

“DPD LSM-GANN Maluku serius mengajak masyarakat Maluku untuk perang melawan narkoba, melakukan edukasi, sosialisasi terus menerus tetapi sebagai pejabat publik yang bersangkutan melakukan tindakan tidak terpuji dan menyakiti kami masyarakat Maluku. Kami sesali itu,” tegasnya.

Diketahui, oknum anggota DPRD Maluku dari fraksi Demokrat, MZW ditangkap Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp. Lease beberapa waktu lalu karena kedapatan membawa alat isap Shabu.

BNN Maluku dan kepolisian pun telah benarkan MZW positif narkoba dan telah jadi tersangka. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed