by

LPKA Ambon Terima Bantuan 15 Laptop & 30 Meja Belajar

-Kota Ambon-83 views

AMBON,MRNews.com,- Lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) kelas II Ambon menerima bantuan 15 buah laptop dan 30 meja belajar dari pemerintah kota (Pemkot) Ambon.

Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Pemkot ditengah pandemi Covid-19 bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/20).

“Kenapa tanggal ini saya tunjukan untuk mengunjungi LPKA, karena hari ini (kemarin-red) adalah hari kesaktian Pancasila. Ini hari yang sakti untuk menjaga, mempersatukan bangsa lewat dasar negara kita Pancasila,” tandas Walikota Ambon Richard Louhenapessy usai penyerahan bantuan.

Kedatangannya bersama wakil walikota dan kepala SKPD menurut Louhenapessy, sebagai bukti buat anak-anak bahwa negara, pemerintah memperhatikan tanpa membeda-bedakan dengan anak diluar sana.

“Ini sebagai wujud pemerintah memberi perhatikan kepada kalian karena tidak ada beda. Ini pembelajaran berharga buat kita orangtua supaya kita punya staf juga belajar kalau kita salah. Saya kaget dan bilang buat pak wakil ini anak-anak luar biasa menari bisa, menyanyi juga bisa,”
bebernya.

Pemkot Ambon sebut Walikota, memberi bantuan 15 buah laptop dan 30 meja buat anak-anak.

“Kita memberikan laptop untuk anak-anak ini mengenal yang namanya IT supaya tidak tertinggal dengan anak-anak diluar sana,” tukas jelas Louhenapessy.

Kepala kantor wilayah Kemenkum HAM Maluku Andi Nurka mengaku, kedatangan walikota dan jajaran sangat bermanfaat bagi anak Maluku, anak bangsa dari sisi rohaninya.

“Jangan ditelantarkan kenapa?. Kemungkinan anak-anak ini bisa menggantikan walikota mereka, dapat membangun bangsa ini,” ucap Nurka.

Sementara, kepala LPKA kelas II Ambon Catherin Picauly menyatakan, anak-anak yang ada di LPKA merupakan anak didik pemasyarakatan, bukan disebut narapidan (Napi). Mereka datang dari semua kabupaten/kota seperti Tual, Tiakur, SBT, Maluku Tengan (Malteng).

“Kita ajarkan musik, tarian. Ini hasil binaan mahasiswa yang pernah pertukaran mahasiswa dan belajar bahasa Inggris. Prinsipnya, mereka buat kesalahan dan berhadapan dengan hukum, mereka tidak saja wajib selesaikan masa tahanan tetapi juga memiliki hak dasar diperhatikan dari pembelajaran, kesehatan. Kita perhatikan dan dibina dengan baik,” tandasnya.

Picauly mengaku, bangunan LPKA merupakan bangunan baru karena saat gempa hancur, semua ruangan pada rusak. “Kita terbatas sarana prasarana tetapi kita tetap berusaha karena anak-anak Maluku tidak boleh terlambat,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed