by

Lima Zona Strategis Jadi Fokus Penataan Parkir

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon menetapkan lima (5) jalur dipusat kota Ambon jadi zona yang strategis untuk fokus penataan dan pembenahan perparkiran oleh dinas perhubungan (Dishub) sebagai OPD teknis.

Lima jalur zona strategis itu antara lain kawasan Ay Patty, AM Sangadji, Sam Ratulangi, Said Perintah dan Urimessing. Selain benahi parkir, kawasan itu upaya Pemkot dalam meningkatkan disiplin masyarakat.

“Itu lima jalur strategis yang betul-betul kalau kita simak dia, jadi potensi ekonomi kota ada disitu. Kita akan benahi dia betul, sekaligus untuk meningkatkan disiplin masyarakat,” tandas Walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada awak media di Balaikota Ambon, Senin (17/5/21).

Dalam rangka itu, diakui Louhenapessy, dirinya telah menerbitkan peraturan Walikota (Perwali) nomor 16 tahun 2021 tentang pengaturan biaya parkir pada zona-zona strategis.

Dimana secara normatif, untuk biaya parkir pada lima zona strategis tersebut, dapat digunakan dengan pendekatan tarif progresif atau memakai alat hitung jam parkir.

“Lima zona ini akan kita pakai tarif progresif yaitu sistem parkir jam-jaman. Selama ini orang parkir dari pagi sampai sore hanya kena biaya cas sekali, kali ini tidak bisa. Dua jam pertama tarif sekian, maka setiap tambah sejam orang akan bayar lagi. Maksudnya supaya orang tidak parkir sembarangan, seenaknya saja,” tandasnya.

Sesuai Perwali kata dia, telah ditetapkan tarif parkir baru yang mulai berlaku 4 sampai 5 hari kedepan.

Dengan pengaturannya, tarif parkir perjam untuk zona umum antara lain roda dua Rp 3000, Rp 5000 sekali parkir untuk mobil. Sementara roda enam naik jadi Rp 6000 dan kendaraan roda delapan Rp 10 ribu.

Sedangkan dilima zona progresif sebutnya, tarif parkir Rp 4000 untuk satu jam pertama. Kemudian akan naik Rp 2000 di jam kedua dan seterusnya setiap jam naik Rp 2000. Tujuannya supaya orang akan memanfaatkan space parkir itu secara produktif.

“Setelah hari ini sampai lima hari kedepan kita akan sosialisasi lewat media elektronik, media cetak dan online, media sosial serta baliho, spanduk dari pemerintah. Kemudian sudah bisa berlaku,” jelasnya.

Selain opsi tersebut, tambah Walikota, ada solusi lain misalnya toko-toko yang punya mobil, bisa parkir dibadan jalan dengan sistem membayar bulanan. Teknisnya akan diatur dinas secara khusus sesuai aturan yang ada.

“Dengan tarif progresif ini, diharapkan masyakarat tidak lagi seenaknya parkir. Ini jelas merugikan pemerintah maupun masyarakat yang ingin gunakan space parkir yang ada. Kita akan mengaturnya agar betul-betul sistem transportasi kita benahi secara lebih baik lagi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed