by

Launching PANTES Warnai Pisah Sambut Raja Negeri Nusaniwe

-Kota Ambon-336 views

AMBON,MRNews.com,- Ruang pelayanan administrasi terpadu desa (PANTES) Negeri Nusaniwe Kecamatan Nusaniwe yang dilaunching oleh perwakilan Camat Nusaniwe, Selasa (8/9) mewarnai prosesi pisah sambut Raja Negeri Nusaniwe dari Arthur Solsolay selaku mantan penjabat Negeri kepada Gunther de Soysa.

Pada kesempatan itu, Solsolay mengaku, melayani di Negeri Nusaniwe 1,7 tahun bukan waktu singkat tapi juga bukan waktu lama. Kadang ada keluh kesah, tantangan dan hambatan, tapi semua unsur di Negeri memberi penguatan dan topangan untuk menghadapinya. Sehingga status Negeri yang awalnya kategori desa/negeri berkembang sekarang jadi negeri maju.

“Ini berkat kerjasama dan kerja keras semua unsur terkait di Negeri. Selama waktu pengabdian di Negeri Nusaniwe pasti ada kurang lebih. Semoga kurang-kurang selama ini dapat diperbaiki Raja defenitif 6 tahun kedepan. Minta maaf jika ada salah selama ini bagi Saniri, RT/RW serta masyarakat dan semua pihak,” tukasnya yang juga ASN pada dinas Kominfo-Sandi Kota Ambon.

Solsolay pun menitipkan beberapa pesan kepada Raja dan masyarakat, agar saling mendukung dan memajukan Negeri Nusaniwe sebab upaya hadirkan Raja defenitif sudah terlaksana. Termasuk pemilihan 16 RT periode baru juga sudah tuntas, tinggal diusulkan ke Camat untuk dilantik. Wisata paralayang yang sudah memiliki brand harus dikembangkan terus.

“Ruang PANTES yang dilaunching hari ini bentuk komitmen pemerintah Negeri untuk peningkatan pelayanan publik yang kepada masyarakat. Semoga dapat digunakan dengan baik bagi kepentingan masyarakat. Terima kasih karena beta diterima dengan baik disini dan semoga kedepan hubungan silaturahmi katong tetap terjalin,” tutur Solsolay.

Sementara Raja Nusaniwe Gunther de Soysa menyatakan, apa yang sudah dirintis mantan Penjabat menjadi acuan 6 tahun kedepan. Tindaklanjutnya, pelayanan administrasi tetap berjalan sambil melakukan evaluasi.

Selain itu, perlunya melakukan audit keuangan Negeri agar tidak ada saling curiga dan pelayanan bisa berjalan baik. Kemudian merefresh jajaran pemerintah Negeri demi kelancaran tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kedepan juga kami berkomitmen untuk mengaktifan lagi tim penggerak PKK yang lama vakum untuk peningkatan pelayanan bagi lansia, ibu-ibu, bayi dan masyarakat. Ruang PANTES yang dirintis Penjabat diapresiasi dan tentu akan kami maksimalkan sebab sangat penting bagi Negeri,” paparnya di kantor Negeri Nusaniwe.

Tak hanya itu, bagi Gunther, memperkuat sinergitas tiga batu tungku juga begitu penting dilakukan guna efektivitas pemerintahan di Negeri Nusaniwe.

Namun, semua rencana itu akan sia-sia jika tanpa dukungan masyarakat, Saniri negeri lengkap dan Saniri Raja Pati, RT/RW, PKK, Danramil, Kapolsek, tokoh agama. Sebab Raja tidak bisa bekerja sendiri tapi perlu kerjasama.

“Bahwa hari ini yang senang dan tidak dengan saya terpilih, diera demokrasi itu wajar. Kita jalani saja. Pemimpin adalah tempat sampah. Kritik penting untuk perbaiki pelayanan tapi juga harus saling bersinergi untuk Negeri Nusaniwe lebih baik. Jabatan dan kekuasaan bukan katong punya tapi titipan Tuhan. Saya tidak ambisi karena kita sudah ditetapkan jadi mata rumah parentah,” beber Gunther.

Mewakili masyarakat, Ledrik Lekhenila Ketua RT.16/RW.04 mengaku, pro kontra itu biasa terjadi. Namun kalau sudah ada keputusan, semua harus terima dan dukung. Dengan harapan, dibawah kepemimpinan Raja Gunther de Soysa Negeri Nusaniwe semakin maju kedepan.

“Danke untuk pa Artur yang melayani selama 1,7 tahun. Apa yang ditabur, akan dituai nanti,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pembinaan Desa dan Kelurahan Kecamatan Nusaniwe Meiske Latuputty turut berterima kasih kepada mantan Penjabat yang bertugas 1,7 tahun hingga adanya Raja defenitif.

“Dipilihnya pa Gunther lagi setelah pernah menjabat 2007-2013 karena jalan Tuhan. Tingkatkan koordinasi, kami siap bantu untuk kemajuan negeri Nusaniwe,” pesannya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed