by

Latuconsina : Sudah Jadi “Tradisi” Pemprov Terlambat Masukan RAPBD 2021

AMBON,MRNews.com.- DPRD Provinsi Maluku curiga, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku sengaja mengulur waktu, untuk menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2021, untuk dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPRD Maluku, Rasyid Effendi Latuconsina.

“Sepertinya sudah menjadi tradisi, karena setiap tahun seperti ini. Sengaja mereka itu mengulur-ulur waktu, sehingga tidak ada kesempatan bagi kami untuk mempelajari dokumen APBD itu secara serius,” kata Latuconsina kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (27/11).

Diketahui batas waktu pembahasan hingga pengesahan APBD Tahun Anggaran 2021 berdasarkan aturan, pada 30 November 2020. Namun sayangnya, hingga saat ini dokumen RAPBD Tahun Anggaran 2021 belum juga diterima DPRD Maluku.

“Harusnya pekan kemarin itu, dokumen dari Pemprov Maluku sudah harus ada. Agar dalam Minggu ini, dokumen tersebut sudah dibahas. Kami tidak tahu, apa alasannya sehingga dokumen itu belum diserahkan,” ujarnya.

Latuconsina juga berharap, dalam RAPBD Tahun Anggaran 2021 ini, Pemprov Maluku harus fokus untuk membangun infrastruktur baik jalan maupun jembatan.

Pasalnya, saat musim penghujan beberapa waktu lalu, ada sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan, khususnya di Pulau Seram dan Buru mengalami kerusakan.

“Masyarakat itu mengeluh kepada kami, bahwa ada jalan yang rusak dan jembatan yang putus. Dan saya kira, masalah-masalah seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah,” kata dia.

Dirinya juga meminta Pemprov Maluku untuk memperhatikan sektor kesehatan, khususnya dalam percepatan penanganan Covid-19 di Maluku.

“Juga soal infrastruktur pendidikan yang pembangunannya tidak merata di seluruh kabupaten/kota, kemudian ada juga soal pemerataan guru-guru di daerah perbatasan, dan juga guru-guru yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Ini harus menjadi catatan-catatan kritis di APBD 2021,” demikian Latuconsina. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed