by

Lansia & Guru Prioritas Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon akan memberi prioritas bagi orang tua lanjut usia (Lansia) sebagai penerima vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Pasalnya Lansia masuk kategori kelompok rentan terpapar Covid-19. Kemudian guru, dosen dan petugas pelayanan publik lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengaku, untuk kota Ambon Pemkot prioritas pertama tahap kedua yaitu Lansia. Lalu guru, dosen, petugas sektor pelayanan publik seperti Damkar, Satpol-PP, Dishub, yang langsung berhubungan dengan masyarakat guna memberi pertahanan tubuh karena mereka setiap saat berhadapan dengan masyarakat dan banyak orang.

“Yang pertama akan dilakukan untuk Lansia. Dilihat Lansia berapa persen dari seluruh Lansia. Jelasnya prioritas utama pasti Lansia karena masuk dalam kelompok rentan. Jadi diprioritas mana kelompok rentan itu yang duluan,” tandas Wendy.

Selain itu, pedagang pasar juga masuk kategori prioritas. Karena yang diminta pemerintah adalah mereka yang betul-betul bersentuhan langsung dengan masyarakat dan orang banyak itu yang dikedepankan.

“Jadi ada presentasi. Lansia misalnya 50 persen dari Lansia, terus guru, dosen dikedepankan sebab pemerintah inginkan bulan Juli sudah harus sekolah tatap muka berjalan. Tidak mungkin sekali jalan karena pengiriman vaksin bertahap. Makanya kita diminta bikin prioritas,” jelasnya kepada awak media di Balaikota Ambon, Kamis (25/2).

Prioritas vaksinasi Covid-19 diakuinya, sesuai edaran terakhir presentasinya. Jadi dianggap dua kali selesai yang betul-betul mana itu pelayanan publik yang berhadapan dengan masyarakat yang diberi prioritas masuk tahap 2.

Vaksin tahap kedua tambah Wendy, prosesnya mulai awal Maret. Pendaftaran bisa melalui link yang sudah disampaikan pemerintah dan Dinkes juga backup dengan seluruh pendaftaran secara manual.

“Sebab itu, surat sudah diedarkan ke OPD provinsi maupun kota Ambon, perguruan tinggi untuk dosen, ke dinas pendidikan, kemudian untuk pedagang pasar diberikan ke Disperindag. Jadi nanti dibagi per pasar, nanti katong lihat pasar mana yang banyak orang itu duluan karena presentasinya berapa persen seperti itu,” urainya.

Kemudian lanjutnya, sudah juga berikan surat ke MPH Sinode GPM, MUI dan Panti Sosial Inakaka untuk Lansia. “Jadi yang mereka daftar nanti backup dari katong untuk sandingkan data, supaya kita bergerak lebih cepat. Karena kalau tunggu vaksin baru mendaftar maka kita terlambat,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed