by

Langgar Aturan PSBB, DPRD Minta Sanksi Tegas Indomaret & Alfamidi

-Kota Ambon-132 views

AMBON,MRNews.com,- Indomaret dan Alfamidi masih melanggar aturan PSBB di Kota Ambon yaitu jam operasional, sesuai hasil pantauan dan penindakan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon yang sudah masuki minggu kedua PSBB transisi jilid IX.

“Mereka melanggar ketentuan yaitu jam 9 malam harus tutup tapi masih bandel. Besaran denda yang dikenakan ke mereka kalau tidak salah, 25 juta sesuai Perwali. Kami pantau ini sudah berulang kali,” ujar koordinator fasilitas umum Satgas Covid-19 Kota Ambon Richard Luhukay di Balaikota Ambon kemarin.

Terkait hal itu, wakil ketua komisi II DPRD Kota Ambon Harry Far Far menegaskan, baik Indomaret maupun Alfamidi harus ditindak tegas oleh pemerintah kota (Pemkot) dalam hal ini Satgas agar mereka kapok dan tidak dianggap biasa.

“Ini masalah baru yang kami tahu dari teman-teman media. Kalau benar melanggar jam operasional yang ditentukan pemerintah sesuai aturan PSBB, harus ditindak tegas, apalagi ulang kali,” tegasnya kepada media ini di Balai Rakyat DPRD, Selasa (17/11).

Jika kemudian masih terjadi lagi dan Indomaret maupun Alfamidi lebih memilih membayar denda daripada menutup gerai lebih awal maka kata dia, ini harus jadi kajian. Apakah benar ketika lebih dari sekali melakukan pelanggaran tersebut dan dikenakan tarif yang sama.

“Maka perlu dipertanyakan jangan-jangan omzet mereka itu ketika berjualan lebih malam malah melebihi nilai denda. Ini yang harus jadi perhatian dan referensi bersama terutama oleh Gugus Tugas,” harap politisi Perindo itu.

“Nanti Minggu depan khan ada pembahasan RKA untuk tahun 2021, disitu baru dengan dinas mitra yaitu Disperindag katong lihat lagi, tinjau bersama. Lalu perlu ada surat peringatan kepada mereka,” sambung alumnus fakultas Hukum Unpatti.

Menurut dia, Satgas harus lihat lagi nominal sanksi yang diberikan. Sebab bisa dibayangkan, usaha kecil semua taat aturan bahkan tutup sebelum waktunya termasuk kuliner malam.

Padahal mereka buka hanya 4-5 jam. Karena itu Indomaret dan Alfamidi sebagai korporasi harus sanksinya beda dengan usaha kecil.

“Mengenai nilai sanksi, harus tegas, ini ulang kali. Khan dengan sengaja dilakukan. Kalau sekali temuan itu tidak sengaja, belum tahu aturan. Tapi kalau berkali kali, itu sengaja. Bisa dipastikan ini bagian strategi Alfamidi dan Indomaret,” ujarnya curiga.

Kecurigaan itu bisa saja benar sebab baik Alfamidi dan Indomaret meski banyak usaha, bayar pajak tapi tidak patuh terhadap aturan dan kebijakan pemerintah daerah, percuma sebab semua demi kepentingan bersama.

“Disini poin pentingnya itu bisa jadi bentuk pembiaran untuk meraup denda. Masa mereka yang sekelas korporasi bisa membangkang kaya gitu tapi usaha kecil semua taat. Harus adil lah. Ini bisa timbulkan mosi tidak percaya bagi pemerintah/Satgas. Jangan kesampingkan aturan,” ingatnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed