by

Lailossa Nilai Tudingan Kubu Sahubawa “Ngawur”

-Politik-603 views

AMBON,MRNews.com,- Ketua DPD Golkar Maluku Tengah terpilih hasil Musda IX Rudolf Lailossa menilai aksi demo kubu Rasib Sahubawa yang dimotori Muklis Tualeka dan sejumlah orang mengatasnamakan pimpinan kecamatan Golkar di kantor DPD I Golkar Maluku, Selasa (15/9) “ngawur”.

Pasalnya tudingan pemalsuan dokumen SK pimpinan kecamatan partai Golkar Maluku Tengah dan tuntutan/tudingan lainnya seperti Musda IX cacat prosedural sangat tidak berdasar serta terkesan membohongi publik.

“Saya sendiri jadi bingung karena memang kebohongan ini kalau dilakukan berulang lama-lama orang bisa pikir benar. Ini terlalu bohong. Selaku kader Golkar jangan berbohong lah. Saya ini ketua DPD II, Hasan Alkatiry sekretaris. Yang palsukan dokumen itu siapa. Saya lebih tahu ketua kecamatan saya,” tanya Lailossa.

Bahkan dalam surat tuntutan mereka saat demo, diakuinya, tidak ada cap Golkar seperti yang diajukan. Cap Golkar hanya berbentuk persegi lima, jelas pembohongan. Hal itu sangat diketahuinya sebagai ketua DPD hasil Musda VIII 2017 dan Musda IX 2020.

“Golkar partai besar. Saya menyesal kader seperti itu. Saya cinta Golkar, saya malu tapi saya tidak mungkin lapor balik mereka. Kader Golkar tidak boleh begitu. Musda sudah menetapkan saya yang kantongi 16 kecamatan. Rasib sesuai verifikasi SC hanya 1 kecamatan,” sesal anggota DPRD Malteng kepada media di Ambon, Selasa (15/9).

Sebagai kader Golkar, diakuinya, harus taat asas, fatsun jelas. Kembali bergabung, menatap agenda partai dan besarkan. Demo dan protes apapun hak tiap orang, asal etika partai harus dijaga. “Jangan karena ambisi, lalu kebablasan,” ingatnya.

Sekretaris DPD Golkar Malteng Hasan Alkatiry menilai demo dan gugatan ke mahkamah partai wajar diera demokrasi. Asal dokumen yang disiapkan valid, bukan bodong. Sebab mekanisme partai ada, AD/ART, Julkak, PO. Apalagi yang ikut dalam demo hanya pimpinan kecamatan Haruku diketuai Mukhlis yang sah, sisanya bodong.

Tentang tuntutan kubu Rasib Sahubawa, ketua bidang organisasi DPD Golkar Maluku Yusry AK Mahedar mengaku pihaknya sudah menerima dan akan diteruskan ke rapat DPD I untuk membahas. Sebab tidak semua tuntutan harus dieksekusi, tapi ditelaah baik tidaknya, benar atau tidak.

Sebelumnya, kubu Rasib Sahubawa dengan Korlap Muklis Tualeka berdemo ke kantor DPD Golkar Maluku. Para pendemo diterima Yusri Mahedar. Dalam tuntutannya, mereka menolak tegas hasil Musda IX Golkar Malteng yang menetapkan Rudolf Lailossa sebagai ketua terpilih.

Menyatakan dengan tegas Musda IX Golkar Malteng cacat prosedural karena telah menggabaikan semua syarat dan ketentuan yang terdapat dalam AD-ART sesuai PO dan Juklak partai Golkar.

Meminta ketua DPD Golkar Maluku membatalkan hasil penetapan pimpinan sidang Musda IX Golkar Malteng yang menetapkan Rudolf Lailossa. Meminta ketua dewan etik DPP Golkar untuk memproses dan menjatuhkan sanksi pelanggaran etik dugaan pemalsuan dokumen SK pimpinan kecamatan Golkar Malteng.

Meminta ketua DPP Golkar wilayah Maluku untuk membatalkan hasil Musda IX Golkar Malteng yang dipaksakan pimpinan sidang Yusri Mahedar dengan sikap arogansi pada Musda IX yang tidak menecerminkan demokrasi partai Golkar.

Meminta ketua umum DPP Golkar membatalkan Rudy Lailossa sebagai ketua terpilih hasil Musda IX Golkar Malteng dan menetapkan Rasib Sahubawa sebagai ketua terpilih. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed