by

Lagunya Rendahkan Martabat Perempuan, Emola Bakal Dipolisikan Pemkot Ambon

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon bakal mempolisikan Emola, penyanyi kontroversial asal Maluku kediaman Jakarta dan pencipta lagu “Ale Itu Lonte” yang sempat viral beberapa waktu terakhir ini.

Pasalnya judul dan lirik lagu itu oleh pegiat dan aktifis perempuan Maluku terlalu vulgar, merendahkan harkat dan martabat perempuan. Protes pun dilayangkan 200-an aktifis perempuan lewat petisi kepada Pemkot Ambon agar segera diambil sikap.

“Lagu itu mendapat reaksi serius pegiat dan aktifis perempuan Maluku. Sebab liriknya terlalu diskriminatif dan tendensi remehkan kaum perempuan. Padahal kita tahu, perempuan harus diberi tempat terhormat dalam kehidupan keluarga dan relasi sosial,” ujar Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Menurutnya, lagu itu dibuat untuk menarik perhatian publik. Namun jika dipelajari liriknya, sangat tidak etis dan rendahkan martabat perempuan. Maka, Pemkot pun melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan pegiat perempuan dan musik di kota Ambon menyikapi hal itu.

Hasilnya kata Louhenapessy, penggunaan akun Ambon Music Office (AMO) bahwa seakan-akan AMO memberikan dukungan bagi hasil cipta lagu itu.

Padahal manajemen AMO tidak pernah melakukannya maupun berhubungan langsung dengan penciptaan lagu. Karena tupoksi AMO hanya mengatur kebijakan strategis sebuah kota musik.

“Tapi karena ada akun dipakai, maka kita sepakat nanti Diskominfo Sandi Kota Ambon dan Bagian Hukum untuk memberi laporan ke polisi untuk melacak siapa yang gunakan akun itu dan bisa saja timbulkan konflik interest disitu,” jelasnya di Balaikota, Kamis (18/3).

PAPPRI, pegiat perempuan termasuk Pemkot sambungnya, sepakat memberi apresiasi bagi musisi sekaligus mendorong mereka untuk terus kembangkan karya musik sebagai wujud dari Ambon sebagai satu kota kreatif. Dimana musik dilihat menjadi potensi ekonomi kreatif.

“Cuma memang kita menghimbau supaya hasil karya ciptaan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan nilai etika, moral, spiritual dan kultural yang hidup ditengah masyarakat,” ingatnya.

Pemkot Ambon juga kata Walikota, akan menyurati KPID Maluku agar ditindaklanjuti ke YouTube supaya lagu itu tidak disebar luaskan karena bisa mengganggu perasaan kaum perempuan, terutama di Maluku.

“Kita apresiasi Emola karena telah meminta maaf, bahwa tidak ada maksud dan tendensi apapun menciptakan lagu itu. Kita dapat protes bukan saja dari kaum perempuan di Ambon, Maluku tapi dari luar. Maka perlu kita bersikap agar tidak jadi polemik luas. Segera kita akan lapor ke polisi,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed