by

Lagi, Upah Petugas Kebersihan ”Disunat” Pihak RSUD Haulussy

AMBON,MRNews.com – Pihak RSUD Dr Haulussy sepertinya memang gemar membuat gaduh publik dengan berbagai kontroversi carut marut tata kelola manajemen.

Baik dari permasalahan pemecatan sepihak tim jasa RSUD Haulussy yang hingga kini menanti progres penyelesaian, dana covid-19 tahun 2020 senilai 36 Miliar yang hangus, bahkan petugas kebersihan yang juga turut mengadukan nasibnya imbas aksi ‘sunat’ penghasilan.

Petugas kebersihan RSUD Haulussy yang notabenenya merupakan salah satu rumah sakit milik daerah terbesar di Kota Ambon, merasa tenaga mereka di rumah sakit tersebut tidak dihargai pihak manajemen RSUD.

Kekecewaan tersebut diungkapkan petugas kebersihan RSUD Haulussy, Hanok Lawery yang mengadu gaji tak sesuai UMP, BPJS pun diputus sepihak.

“Gaji kami awalnya sesuai Upah Minimun Provinsi (UMP) namun ketika keuangan pihak rumah sakit bermasalah, gaji kami dipotong pihak rumah sakit RSUD Haulussy tanpa penjelasan,” ungkap Lawery, Senin di Gedung Baileo Karang Panjang Ambon, Senin (15/8).

Mirisnya, gaji petugas kebersihan RSUD Haulussy lainnya dipangkas hingga Rp 1,8 Juta per bulannya.

Berprofesi hanya sebagai petugas kebersihan, di salah satu RS yang digadang-gadang merupakan salah satu yang terbesar di Kota Ambon, jelas manajemen rumah sakit tidak hargai tenaga dan kerja mereka sama sekali.

“Mungkin apa yang kami kerjakan masih dipandang rendah mereka, tapi kami ini bertugas menyiapkan ruang kerja bapak ibu sekalian, agar nyaman bekerja. Lalu dengan gaji yang dipangkas, bagaimana kami bisa hidupi makan keluarga setiap hari?,” ujarnya dengan nada kesal.

Belum lagi BPJS para petugas kebersihan di RSUD Haulussy pun sudah diputus sepihak pihak rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir.

“Poin selanjutnya mengenai BPJS kami yang diputus sepihak pihak RSUD Haulussy. Tahun 2015 kami bekerja dan kami suarakan ke pihak rumah sakit, lalu 2017 BPJS kami diatur. Tapi awal 2022, langsung diputus sepihak tanpa pemberitahuan sebelumnya,” tandasnya.

Lawery berharap, melalui audiensi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dengan Komisi IV DPRD Maluku tersebut dapat mengakomodir tuntutannya sebagai perwakilan petugas kebersihan RSUD Haulussy.

“Ibarat pepatah lokal gajah deng gajah bakalai diatas yang tagepe samut dibawah,” pungkas Lawery menutup pembicaraan.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Attapary hanya mampu berjanji akan segera ditindaklanjuti tuntutan tersebut. (MR-03)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed