by

Lagi, Polisi Bandar Narkoba Diringkus Polisi

AMBON,MRNews.com,- Untuk kedua kalinya dalam tiga bulan ini di tahun 2019, tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku berhasil meringkus anggota polisi karena kepemilikan narkotika. Terkini, oknum polisi di Polda Maluku berinisial Bripka DJP (37), warga Kudamati, Kecamatan Nusaniwe diamankan. Parahnya, Bripka DJP adalah diduga adalah bandar narkoba dan sudah setahun terakhir menjalankan aksinya. Sebelumnya, Bripka MP, anggota polisi yang juga ajudan Wakil Gubernur Maluku diringkus oleh tim Ditresnarkoba pada Februari lalu. Sama dengan DJP, Bripka MP pun adalah bandar narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Thein Tobero mengatakan diringkusnya DJP oleh anak buahnya berdasarkan laporan polisi nomor LP-A/128/III/Mal/2019/SPKT tertanggal 7 Maret 2019. Dimana bertempat di rumah salah satu warga di Jl.Dr Kayadoe, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, sebagaimana informasi masyarakat, didapat seorang laki-laki memilikli, menguasai dan menyimpan narkotika golongan I bukan tanaman.

“Kita perkirakan dia bandar narkoba, walau sedikit barang bukti (BB) yang kita temukan, tapi ada timbangan padanya. Kemudian memiliki empat plastik klem bening yang berisi residu atau sisa narkotika golongan I bukan tanaman, satu perangkat penutup alat hisap shabu yang pada pipet kaca masih terdapat residu narkotika golongan I bukan tanaman, memiliki satu paket narkotika golongan I bukan tanaman yang dikemas dengan plastik klem bening serta memiliki timbangan,” tandas Tobero kepada awak media dalam rilis kasus Narkoba di Ditresnarkoba Polda Maluku, Kawasan Mangga Dua, Senin (18/3/19).

Terhadap Bripka DJP, kata Tobero, disangkakan melakukan pelanggaran terhadap pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Dan terancama dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat (4) tahun dan paling lama 12 tahun.

“Bripka DJP sudah lama menjadi target operasi (TO) saya. Sudah lama jadi TO saya. Mungkin dua-tiga tahun lalu beraksi, tapi TO sudah dua dua bulan ini diikuti terus. Pengakuan pelaku, hampir tiga tahun lebih jadi pemakai dan menjual sekitar satu tahun ini. Intinya kalau dia memiliki timbangan, dugaan kuatnya bandar,” terang pemilik tiga melati emas di pundak itu.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Roem Ohoirat menambahkan, pihaknya tidak ingin menutupi kasus apapun, tapi saatnya akan diungkap dan sekarang sudah dirilis kasusnya selama Januari-Maret ada 19 kasus narkoba, dari 60 kasus target selama 2019 oleh Polda Maluku. “Intinya kita tidak pernah nutup-nutupin yah. Siapapun dia, baik itu polisi atau sipil, termasuk wartawan pun kalau mau coba, pasti diringkus, tanpa pandang bulu. Apresiasi bagi Direktur Narkoba dan jajaran yang memiliki progres cukup baik mengungkap kasus narkoba selama ini,” papar Ohoirat.

Selain DJP, tim Ditresnarkoba Polda Maluku juga berhasil meringkus 14 orang pelaku kepemilikan narkoba. Satu diantaranya adalah perempuan berinisial MI (31) yang memiliki satu paket narkotika golongan I bukan tanaman yang dikemas didalam plastik klem bening berukuran kecil yang dibungkus dalam rokok merk GG move warna hitam. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed