by

Kuti Kata; SKROBI AKANG PI PAR SETANG (Mark. 5:1-20)

AMBON,MRNews.com,- “Se mau kuat brapa talalu” (=anda mau kuat sampai bagaimana), “kalu deng kuasa sia-sia, ale tar guna apapa” (=jika dengan kuasa kesia-siaan, anda tidak ada gunanya sama sekali).

Ungkapan itu bermakna, “hidop nih jang kasih diri setang prentah” (=dalam hidup ini jangan memberi diri diperintahkan oleh kuasa kesia-siaan).

“Kalu batul parcaya par Huwa, pi buang sagala berhala kesia-siaan tuh” (=jika anda benar-benar percaya kepada Tuhan, buanglah segala berhala yang sia-sia itu).

“Sapa kasih diri par setang prentah, setang makang, mar kalu kasih diri turut Huwa beprintah, hidop sanang” (=siapa memberi diri diperintah oleh setan, setan yang menang, terapi jika hidup menurut perintah Tuhan, hidupnya bahagia).

“Jadi loko bawa buang berhala-berhala tar guna tuh, skrobi akang la kasih pi par setang sana” (=jadi buanglah berhala kesia-siaan, lepaskanlah jauh-jauh).

Istilah “pi par setang” menerangkan tindakan “kas talapas, buang, user pi, skrobi kluar” (=melepaskan, membuang, mengusir agar pergi, mengusir agar keluar dari) terhadap sesuatu yang kita pegang “mar tar guna” (=tetapi tidak ada gunanya).

Selain menerangkan tentang hidup yang “ada pegang dua” (=dualisme, berkepercayaan ganda, iman kue lapis), sehingga “tar jelas, parcaya par sapa” (=tidak jelas keimanannya).

Mereka sering bertindak di luar kewajaran bahkan “biking orang susah” (=membuat orang lain kenal celaka).

Ada pula orang yang “ilang parcaya, la hidop kalalerang” (=hilang kepercayaannya sehingga hidupnya tak karuan), ada juga yang “setang bawa bajalang la ilang dalang utang-utang ka di tanjong-tanjong” (=dibawa kuasa kegelapan dan hilang, berjalan berkeliling tanpa tujuan di hutan atau tanjung).

Yang seperti ini biasanya “musti skrobi setang kluar, pi par setang sana” (=harus mengusir setannya keluar/eksorsis).

Jadi, “kasih hidop nih turut Huwa, jang setang untung ale” (=jadi berilah hidupmu menurut kehendak Tuhan, jangan setan menang atasmu).

“Skorbi barang sia-sia tuh kluar pi par setang” (=usir keluar semua kuasa kesia-siaan kembali kepada setan) supaya “jang akang prentah ale” (=jangan itu yang memerintah atasmu) “mar Huwa sa” (=melainkan hanya Tuhan saja).

“Ingatang, kalu pegang Huwa, Huwa sa” (=ingatlah, kalau sudah berpegang/berpaut/percaya pada Tuhan, Tuhan saja).

“Ada virus Corona nih, pegang Antua sa, la skrobi akang virus nih pi par setang” (=ada virus Corona, percayalah kepada Tuhan dan usir keluar virus ini)

Har’ Ahad, 18 Juli 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon
Elifas Tomix Maspaitella (Eltom). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed