by

Kuti Kata; PI, BAWA PAR ANTUA (Mark. 6:53-56)

AMBON,MRNews.com,- Sudah pastilah, “katong parcaya Antua pung sagala kuasa” (=kita percaya Tuhan Mahakuasa). Jadi satu ungkapan yang selalu kita ucapkan dan dengar ialah: “bawa par Tuhan sa. Serahkan par Antua sa” (=bawalah kepada Tuhan, serahkan kepadaNya saja).

Ini ajaran-ajaran iman yang nyata karena “parcaya Antua bisa biking smua hal” (=percaya Tuhan mampu melakukan segala sesuatu).

Istilah “bawa par Tuhan. Serahkan par Antua” sering diwujudkan dalam “kebaktian deng sumbayang” (=ibadah dan doa). Karena itu “ingatang jam-jam kebaktian.

Jang lupa jam sumbayang” (=ingatlah jam ibadah, jangan lupa jam berdoa) merupakan nasehat yang penting dan ditanamkan sejak kita masih kanak-kanak.

Oleh sebab dasar percaya seperti itu maka, “ada saki, sumbayang sa. Cari pandita/imam kamuka” (=jika sakit, berdoa saja. Cari pendeta dan imam terlebih dahulu).

“Dalang susah banya, sumbayang sa. Pi sa par pandita/imam” (=dalam kesusahan apa pun, berdoa saja. Pergilah kepada pendeta dan imam).

“Mau batanang kabong, pi bawa maksud par Antua, minta pandita/imam sumbayang akang dolo” (=mau mulai bercocok tanam, bawa persembahan kepada Tuhan dan minta didoakan pendeta/imam).

“Mau taru batu pengalasan rumah, bawa maksud par Antua, minta pandita/imam sumbayang akang” (=ketika hendak membangun rumah, bawa persembahan kepada Tuhan, minta didoakan pendeta/imam).

Ajaran-ajaran ini yang membentuk “katong pung parcaya” (=dasar kepercayaan kita) sehingga “apapa saja, bawa par Antua” (=apa pun, dibawa kepada Tuhan ~dalam wujud doa/sembahyang).

Dan ada keyakinan, “su bawa par Antua tuh, su sumbayang tuh, sabar sa, katong su biking katong pung bageang, kas tinggal Antua biking Antua pung bageang” (=bila sudah dibawa kepada Tuhan, sudah didoakan, sabarlah, kita telah melakukan apa yang jadi bagian kita, kini biarkan Tuhan yang melakukan bagiannya).

Jadi intinya “katong yang musti pi, bawa par Antua” (=kita yang harus bertindak, pergi dan membawanya kepada Tuhan).

“Jadi, pi, pigi bawa par Antua” (=jadi pergi, pergilah bawa kepada Tuhan).

“Bawa akang Corona nih lai par Antua, lalu biking katong pung bageang, nanti Antua biking apa yang jadi Antua pung bageang” (=bawalah juga persoalan Corona ini kepada Tuhan, dan kerjakan apa yang jadi bagian kita, maka Tuhan akan mengerjakan apa yang menjadi bagiannya).

Rabu, 21 Juli 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon
Elifas Tomix Maspaitella (Eltom). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed