by

Kuti Kata; JAGA MULU (Bil. 22:2-13)

AMBON,MRNews.com,- “Mulu tuh jaga akang” (=jagalah mulutmu). “Jang aringang par bakata orang” (=jangan suka mencela orang lain).

“Jang apapa sadiki basumpah” (=jangan terlalu gampang menyumpahi), “bamaki” (=memaki), “stori orang bagitu bagini” (=membicarakan orang lain), “sumpah anana” (=menyumpahi anak-anak).

“Mulu tuh jaga akang”. Ungkapan ini mengandung pesan bahwa “katong tar pung hak par sumpah-sumpah orang” (=kita tidak punya hak menyumpahi orang lain).

“Kalu dong ada salah, itu dong urusan deng Antua Basar di atas” (=bila mereka berbuat salah itu urusan mereka dengan Tuhan).

“Jang rasa diri batul la sumpah orang” (=jangan menganggap dirimu benar lalu menyumpahi orang lain).

“Mulu tuh jaga akang”. “Jang tagal hal alus-alus sa la bakata orang macang dong su tar harga lai” (=jangan karena hal sepele lalu mencela orang lai seakan mereka tidak punya harga diri).

“Awas jang dong kas’ bale kata la malu sandiri” (=hati-hati kata-kata kita itu menimpa diri sendiri dan kita yang malu sendiri).

“Mulu tuh jaga akang”. “Se salah kata par oras nih, lima puluh sen patah dua lai orang tar parcaya” (=anda salah kata saat ini, dalam hal sekecil apa pun orang tidak lagi memercayai anda). “Jadi jaga mulu tuh”.

“Mulu tuh jaga akang”. “Jang kira orang hati seng badugal tagal se pung kata-kata” (=jangan menyangka hati orang tidak kecewa karena kata-katamu).

“Dong mama akang alus la talang palang-palang” (=mereka mengunyahnya dan menelannya), “awas jang akang jadi tubal par diri sandiri” (=hati-hati karena itu akan kembali menghukum anda).

“Orang yang mulu aringang par bakata ka basumpah orang laeng tuh toh itu orang yang tar tau jaga orang laeng pung hati” (=orang yang dengan mudahnya menyumpahi orang lain adalah tipe orang yang tidak tahu menjaga perasaan orang lain), “deng gampang dapa hasut lai” (=dan mudah dihasut).

“Ingatang, jang orang pake par jadi tarompong api” (=jangan orang memakai kita sebagai corong).

“La bagitu dong tar suka orang laeng, dong hasut katong par tiop api ka dalang dong tungku” (=lalu ketika mereka tidak senang dengan orang lain, mereka menghasut kita menyalakan bara api).

Ungkapan ini berarti “dong tar suka orang la dong suruh katong bakata orang itu” (=mereka tidak suka seseorang dan mengajak kita turut bersama).

“Mulu tuh jaga akang”. “Jaga babae paskali, tagal kata-kata tuh tar jatuh tanah” (=jagalah mulutmu, karena kata-katamu tidak jatuh di tanah).

“Ingatang, jang akang bale la kata makang badang” (=ingat jangan kata-katamu memakan badanmu sendiri).

Salamat Har’ Jadi lai par MALUKU
TETE MANIS SAYANG SUPAYA MAJO, TOMA, TIKANG KAMUDI TORANA OMBA

Kamis, 19 Agustus 2021
Pastori Ketua Sinode GPM Jln Kapitang Telukabessy-Ambon
Elifas Tomix Maspaitella (Eltom). (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed