by

Kursi Gerindra Tunggu Putusan Kasasi MA

AMBON,MRNews.- Belum terisinya 1 kursi di DPRD Provinsi Maluku milik Partai Gerindra dari dapil Kota Ambon masih menunggu putusan Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA).

Hal tersebut setelah Komisi I DPRD Provinsi Maluku dan KPU Provinsi Maluku, rapat bersama menyikapi surat masuk dari calon terpilih anggota DPRD Provinsi Maluku periode 2019-2024, Roby Gaspersz, Jumat (4/3).

“Sesuai surat masuk dari pak Robby Gaspersz maka kami meresponi karena kewenangan ada di KPU Maluku. Jadi KPU tetap berpatokan pada mekanisme yang berlaku,”kata Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Amir Rumra.

Menurut Rumra, kursi milik Gerindra sementara menunggu keputusan kasasi MA . karena itu, KPU tetap taat dan patuh pada aturan.

“Kami serahkan kepada KPU karena itu surat masuk. Jadi keputusan apapun mereka sudah tahu konsekwensinya. Jadi kesimpulan pimpinan dan anggota Komisi I, semua harus tunduk pada ketentuan yang berlaku,”tegasnya.

Apalagi, setelah ada putusan kasasi dari MA, KPU Maluku sudah konsultasi ke KPU pusat agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

“Jadi konsultasi sudah dilakukan. Finalnya seperti apa, tapi kami ingatkan KPU tidak gegabah dan tetap mengikuti mekanisme dengan baik-baik. Ini agar keputusan tidak merugikan semua pihak. Jadi intinya kami semua tunduk pada aturan yang berlaku,”ingatnya.

Diketahui, Robby Gaspersz, yang batal dilantik sebagai anggota dewan setelah namanya tidak masuk dalam Surat Keputusan Mendagri terkait pengambilan sumpah anggota dewan terpilih. Alasannya, teman caleg Gaspersz di Partai Gerindra, Johan Lewerissa, mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai Gerindra, terkait dugaan penggelembungan suara.

Padahal, sebelumnya gugatan Lewerissa diuji terkait dugaan migrasi suara di Mahkamah Konstitusi (MK), namun tidak terbukti. Namun, Lewerissa balik gugat di Mahkamah Partai Gerindra. Meski Gaspersz, tidak dipanggil untuk mengklarifikasi tudingan Lewerissa, Mahkamah Partai Gerindra, menerima gugatan Lewerissa yang juga anggota mahkamah Partai Gerindra. Gaspersz kemudian dipecat dari Partai.

Tidak terima putusan Mahkamah Partai Gerindra, Gaspersz mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan DPP Gerindra dan Mahkamah Partai serta Lewerissa. Namun putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan mantan anggota DPRD Maluku periode 2014-2019 itu. Gaspersz kemudian mengajukan banding atas putusan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Pengadilan Tinggi Jakarta, namun kembali tidak diterima.

Pengajuan Kasasi kembali diajukan Gaspersz ke MA. Namun, MA ditolak atau tidak menerima pengajuan Kasasi Gaspersz. Kini Gaspersz kembali ajukan Peninjauan Kembali ke MA. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed