by

Kumpul Warga Pohon Mangga & Salobar “Bacarita Orang Basudara”, GAMKI Diapresiasi

AMBON,MRNews.com,- Pasca tawuran antar pemuda beberapa waktu lalu dikawasan Air Salobar Kecamatan Nusaniwe yang berujung dibakarnya beberapa motor dan dibuang ke laut, DPD GAMKI Maluku mengambil inisiatif membangun dialog guna merekatkan hubungan kerukunan dua wilayah bertetangga, Air Salobar dan pohon mangga.

Dialog yang didesain dalam bentuk “bacarita orang basudara” ini mengumpulkan tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat dari dua wilayah tersebut di Cafe Story Desa Poka, Rabu (10/3).

Elemen pemuda Salobar dan pohon mangga pun mengapresiasi langkah positif GAMKI tersebut.

“Saya mengapresiasi kegiatan GAMKI Maluku. Ini bagian dari kebaikan yang dilakukan guna memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan di Kota Ambon sehingga kita bisa terhindar dari kondisi-kondisi yang tidak kita inginkan,” ujar Muhammad Borut, tokoh pemuda pohon Mangga.

Baginya, tawuran waktu itu jadi pengalaman pahit bagi semua pihak sebab siapapun tidak inginkan kondisi itu terjadi. Sehingga diskusi-diskusi seperti ini harus sering dilakukan agar ketahanan masyarakat terhadap kondisi keamanan bisa diperkuat.

Tapi menjadi catatan kata dia, bahwa diskusi dilevel elit tidak akan bisa menyelesaikan persoalan. Karena selama ini, konflik-konflik yang terjadi sering diinisiasi lembaga dan pemerintah selalu dilakukan ditingkat elit atau tokoh. Sementara yang berkonflik itu generasi muda.

“Makanya saya tawarkan mari sama-sama kita coba cari metode yang bagus dan lebih baik lagi untuk bagaimana generasi muda ini duduk bersama/dibawa keluar, bisa berbaur bersama, kemudian dibawa dalam satu suasana kekeluargaan dan persaudaraan itu bisa terbangun,” pintanya.

“Itu semestinya. Sebab tokoh semampu apapun, tidak mampu meredam kondisi dilingkungan ketika ada konflik. Adik-adik ini sangat labil. Mereka butuh ketahanan dan insting baik yang harus diberikan sehingga berpikir lebih maju dan modern agar tidak ada lagi tawuran seperti kemarin,” ingat Borut.

Senada, ketua pemuda Air Salobar Glenn Komul memberi jempol apresiasi atas kepedulian GAMKI Maluku terhadap proses kehidupan masyarakat di Air Salobar dan pohon mangga karena bisa kumpulkan tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama bacarita orang basudara.

“Beta akan coba buat kegiatan nyata supaya mungkin kita bisa sama-sama bekerja, misalnya aksi sosial. Dengan melibatkan generasi muda, setidaknya mereka saling kenal dan punya rasa kepedulian. Karena tak kenal maka tak sayang. Katong dengan pohon mangga saat ini tidak ada konflik,” tandas Glen.

Sementara, Ketua DPD GAMKI Maluku Leunard Heppy Lelapary mengaku, dari hasil bacarita orang basudara Salobar-pohon mangga ternyata ada hal-hal lain yang harus ditindaklanjuti pemerintah maupun aparat keamanan, TNI/Polri.

Manakala yang harus disentuh sebenarnya adalah generasi muda di Salobar dan pohon mangga.

“Mereka butuh ruang-ruang sosial, berjumpa, berinteraksi, menciptakan sebuah nuansa persaudaraan diwilayah Air Salobar dan pohon mangga. Masalah kemarin itu sebenarnya bukan antara pohon mangga dan Salobar. Sebab tawuran dipicu arak-arakan orang Gunung Nona pulang piknik,” beber akademisi FKIP Unpatti itu.

Untuk mensiasati dan meredam, kata dia, GAMKI sebagai OKP dan menjadi bagian dari masyarakat dan bangsa, harus turun tangan langsung memediasi dan membenahi situasi ini untuk mewujudkan nuansa perdamaian dan persaudaraan dimasyarakat pohon mangga dan Air Salobar khususnya.

“Nanti juga kita akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, Dandim, Kapolsek atau Danramil cakapkan kira-kira agenda lanjutan kita apa untuk membenahi persoalan konflik antar pemuda. Bukan cuma pohon mangga dan Salobar tapi mungkin titik-titik tertentu didalam kota yang bisa berpotensi konflik serupa,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed