by

Kubu KLB Demokrat “Ogah” Tanggapi Laporan Roy Cs

AMBON,MRNews.com,- Perseteruan antara kubu kongres luar biasa (KLB) II Partai Demokrat Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara pimpinan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan kubu Kongres V Jakarta yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus memanas, termasuk di Maluku.

Pasca keikutsertaan ke-11 kader Demokrat Maluku pada KLB, Jumat (5/3), kubu AHY di Maluku yang diketuai Elwen Roy Pattiasina mempolisikan 11 kader itu ke SPKT Polda Maluku karena dinilai melanggar hukum, Sabtu (6/3).

Namun delegasi KLB Maluku pimpinan Marcus Pentury, pelaksana tugas (Plt) ketua DPC Demokrat Kota Ambon (sebelum KLB-red) “ogah” menanggapi laporan polisi Elwen Roy cs itu.

Kepada awak media, Pentury katakan, pihaknya enggan berkomentar atas langkah ketua dan pengurus DPD Demokrat Maluku versi AHY yang melaporkan ke polisi ke-11 kader yang ikut KLB. Karena sebagai terlapor, pihaknya belum mendapat panggilan resmi dari polisi.

“Terhadap sikap dan langkah saudara Roy Pattiasina yang menyampaikan laporan polisi, kami belum akan berkomentar. Apa alasannya, sebab kami belum dipanggil pihak berwajib. Kami pun belum tahu apa sesungguhnya substansi laporan dimaksud,” tegas ketua delegasi KLB Demokrat Maluku itu di Cafe Joas Trikora Ambon, Jumat (12/3).

Dirinya menjamin, jika hal itu sudah terjadi, maka pihaknya akan menanggapi. Apakah akan melaporkan balik Roy Cs atau langkah hukum seperti apa yang ditempuh.

“Nanti kalau sudah, kami akan memberikan komentar seperlunya,” singkat mantan anggota DPRD Maluku didampingi tujuh delegasi lainnya.

Pihaknya kata Pentury, berpikir positif soal laporan polisi Elwen Roy cs tersebut bahwa itu cara merespons kehadiran 11 kader Demokrat di KLB.

Tapi secara proporsional, penting membangun demokrasi yang sehat, terbuka dan jujur tanpa tendensi.

“Pilihan/sikap politik tiap partai pasti ada dinamikanya. Tentu kita delegasi Maluku merespons KLB juga pada sandaran yuridis, filosofis dan historis. Mengikuti KLB sebagai gerakan hati nurani untuk melawan tirani guna mengembalikan Demokrat menjadi partai yang demokratis dan menjunjung tinggi kaidah-kaidah demokrasi,” tukasnya.

Sebagai kaders tambah Pentury, keikutsertaan 11 kader ke KLB tentu sadar akan segala konsekuensi dari sikap dan keputusan yang diambil, tanpa dipaksa dan diiming-imingi sesuatu apalagi sampai diintimidasi.

“Hasil KLB yang menetapkan pa Moeldoko sebagai ketua umum telah usai dan hasilnya sudah disampaikan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk disahkan sekaligus meminta hasil Kongres V di Jakarta dianulir,” jelasnya.

Maka itu Pentury mengajak semua pihak menahan diri, tidak berpolemik yang berpotensi memecah belah agregasi sosial apalagi sampai timbulkan gangguan Kamtibmas.

Sebelumnya diberitakan, ke-11 kader Demokrat Maluku dilaporkan kubu Elwen Roy bersama tim hukum DPD Demokrat ke Polda Maluku dengan empat poin yakni berita bohong, pencemaran nama baik partai Demokrat, pemalsuan dokumen partai serta penipuan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed