by

KPID Maluku Apresiasi Kompas TV

AMBON,MRNews.com.- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku memberi apresiasi terhadap penyelenggaraan penyiaran Kompas TV yang turut menayangkan konten lokal Maluku dalam program siaran .

” Ini aturan, dimana televisi swasta yang melakukan penyelenggaraan penyiaran di Maluku dengan menggunakan frekwensi maka wajib menayangkan konten lokal sebanyak 10 persen dan bisa dinaikan secara bertahap. Bahkan harus punya kantor di Ambon dengan memberdayakan sumberdaya manusia lokal” ujar Ketua KPID Maluku, Mutiara Dara Utama S.Sos, M.I.Kom di Ambon, Rabu(1/9).

Meskipun sudah tertera jelas dalam permohonan proposal izin penyiaran namun tidak semua lembaga penyiaran taat . Ironisnya, penayangan konten lokal hanya berputar pada konten lama yang sudah kadaluarsa bahkan menayangkan konten lokal daerah lain dengan jam tayang yang tidak produktif.

” Biasanya kalau mau meminta frekwensi untuk penyiaran atau mau perpanjang maka televisi swasta nasional yang bersangkutan akan memuat konten lokal. Namun ketika izin sudah dikantongi maka konten lokal sudah tidak lagi ditayang. Kalaupun ditayang maka jamnya pada pukul 04:00 wit saat warga masih tidur dengan konten lama ” kata Mutiara.

Karena itu, Mutiara mengharapkan masyarakat dapat mengkritisi program tayang televisi swasta nasional jika dianggap tidak mendidik dan merugikan masyarakat Maluku dengan mendatangi kantor KPID Maluku.

Walau begitu, Mutiara memberi apresiasi kepada Kompas TV yang patuh dengan tetap memuat konten lokal. .

” Saya beri apresiasi terhadap kinerja Kompas TV Ambon yang berkantor di Ambon dan menayangkan konten lokal. Kami berharap waktunya bisa terus bertambah” ujarnya.

Dirinya berharap, lembaga penyiaran swasta lainnya dapat menaati kesepakatan bersama dengan memberikan konten lokal dimana diproduksi di Ambon dengan memberdayakan sumberdaya.

” Kalau tidak maka sesuai kewenangan KPID maka kami akan melayangkan surat peringatan ” tegasnya. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed