by

Korem 151/Binaiya Dukung Pemkot Ambon Jalankan PSBB Transisi

-Kota Ambon-185 views

AMBON,MRNews.com,- Korem 151/Binaiya siap mendukung pemerintah kota (Pemkot) Ambon dalam menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ke fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang direncanakan 20 Juli hingga dua pekan selanjutnya.

“Pokoknya kita siap, mendukung apa yang diminta pemerintah daerah baik provinsi maupun kota, kita akan dukung. Nanti masalahnya dimana atau bagaimana teknisnya itu kita akan bicarakan dengan pemerintah provinsi maupun kota Ambon,” ungkap Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold Ritiauw usai Webinar di lantai VII kantor Gubernur Maluku, Jumat (17/7).

Bentuk dukungan Korem maupun Kodam XVI/Pattimura kata Danrem, maka hari ini pihaknya melaksanakan Webinar bertemakan “Mari katong dukung penerapan PSBB di provinsi Maluku” yang salah satu tujuannya untuk memberikan laporan atau edukasi, pemahaman yang sama kepada semua elemen termasuk Kodim dan Forkopimda di kabupaten/kota lainnya.

“Apa yang telah disampaikan Walikota Ambon terutama dalam kegiatan ini bahwa pelaksanaan PSBB tentu sangat membutuhkan kerjasama yang kuat, erat dari semua stakeholder terkait. Sebab ini bukan hanya tugas pa Walikota tapi tugasnya kita semua untuk bisa mempercepat, memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tegas Jenderal Bintang Satu.

Sementara, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, PSBB transisi intinya tetap ada pembatasan hanya memberikan kelonggaran. Terutama karena pemerintah kota mempertimbangkan dampak dimensi ekonomi yang mesti berputar.

Pembatasan dimaksud, lanjutnya tetap seperti PSBB tahap II ini paling tidak 50 persen. Bahkan fasilitas-fasilitas umum seperti pasar, tetap dibatasi sampai jam 6 sore. Restoran, cafe, rumah kopi, boleh buka tapi juga dibatasi.

“Nanti terus perlahan-lahan sampai kita menuju sebuah kondisi yang bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru. Lalu moda transportasi, tetap kapasitas 50 persen penumpang baik plat hitam maupun kuning. Kegiatan budaya seperti nikah, ulang tahun boleh syukur tapi tapi tidak boleh pesta. Itu misalnya,” sebut Louhenapessy.

Semua itu tambahnya, akan diperketat betul dengan dukungan TNI/Polri termasuk masyarakat untuk sukseskan demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

“Justru dengan transisi ini, lalu pengawasan jauh lebih diperketat lagi. Karena kalau kita lengah, bisa naik lagi dan itu yang bisa bahaya, kita antisipasi,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed