Konferensi Musik Pasifik, Sumbangsih Ambon Bagi Musik Kawasan Pasifik

AMBON,MRNews.com,- Sempat beberapa kali tertunda karena kondisi kota Ambon yang dilanda gempa, Ambon Music Office (AMO) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan stakeholder lainnya akan langsungkan Konferensi Musik Pasifik selama dua hari di kota Ambon 28-29 November 2019. Konferensi yang baru pertama kali dilakukan ini pun dipandang sebagai salah satu sumbangsih Ambon sebagai kota musik dunia bagi musik kawasan pasifik.

Direktur AMO Ronnie Loppies katakan, gagasan awal dari konferensi ini dapat membantu justifikasi Ambon sebagai kota musik dunia, bagaimana sumbangannya terhadap perkembangan musik di kawasan pasifik. Kemudian juga diharapkan Ambon tetap menjalin kerjasama antara masing-masing negara dan kota yang ada di kawasan pasifik. Dimana upaya juga untuk adanya persamaan dari sisi musik seperti apa yang ada di kawasan pasifik.

Apalagi, konferensi ini sebut Ronnie, intinya hanya murni berbicara menyangkut masalah musik pasifik, tidak ada hubungan dengan yang lain apalagi politik. Maka lewat konferensi ini, diharapkan ada gagasan dan ide baru yang lahir dari Ambon sebagai kota musik dunia untuk dibawa ke luar melalui kehadiran provinsi atau kota rumpun Melanesia seperti Papua dan NTT. Meski banyak narasumber utama berhalangan hadir.

“Konferensi Musik Pasifik (KMP) ini program AMO bekerjasama dengan Disparbud. Awalnya juga bersama BeKraf tapi karena sudah dilebur maka murni kita saja. Ini baru gagasan awal. Harapannya di tahun mendatang banyak narasumber dari negara pasifik bisa terlibat. Ambon bicara branding musik perdamaian untuk dibawa ke dunia, lewat konferensi inilah starting poinnya. Sebab KMP bukan cuma di Ambon tapi negara lain di kawasan pasifik juga ada,” ungkap Ronnie kepada media di Cafe 27 Ambon, Rabu (27/11/19).

Sementara koordinator pelaksana kegiatan Rence Alfons mengaku, diangkatnya konferensi berbasis musik pasifik karena memang isu musik pasifik ini masih sangat awam, orang tidak banyak melihat bagaimana musik-musik di kawasan negara atau kota pasifik berkembang. Padahal Maluku, Papua dan NTT ada kesamaan kultur yakni rumpun Melanesia. Maka kota Ambon mulai mengangkat isu musik pasifik sebagai ide awal. Sebab banyak orang tidak berpikir agar bersama mengangkat, berkolaborasi, mengembangkan musik di kawasan pasifik.

Secara teknis menurutnya, konferensi hadirkan pembicara selain kota Ambon Direktur AMO dan Carolis Horhoruw (Tahuri Hutumuri), ada dari Papua Markus Rumbino dan NTT Elson Umbu Riada, sementara negara luar dari Timor Leste Eduardo Soares Fransisco. Mengusung tema Soul of Pasific maka nantinya ada tinjauan filsafat oleh Direktur Program Pasca Sarjana (PPs) Sanatha Dharma Jogyakarta Romo Banar, lalu materi psikologi masyarakat dari Direktur PPs ISI Jogyakarta Prof Johan serta juga masuk ruang kreatif industri yang akan dibagi pelaku industri dari Jakarta Mohamad Pribadi Utama

“Rancangan awal kita memang melibatkan negara pasifik seperti Fiji, Vanuatu, Salomon Island tapi karena beberapa kali alami penudaan jadinya kita jalan awal dengan itu dulu. Sebab juga ahli musik pasifik di Indonesia belum ada. Sehingga strateginya, gagasan awal harus muncul dari Ambon, dengan merangkul serumpun sehingga lahirkan rekomendasi yang kuat. Rata-rata musik pasifik punya latar belakang bambu, punya juga tradisi tahuri, dari sisi warna kulit, rambut mirip,” beber komposer kenamaan sekaligus koordinator MBO itu.

Sedangkan Kadisparbud Kota Ambon Rico Hayat mengaku, konferensi ini didukung penuh Pemkot Ambon sebagai upaya merangkul dan satu persepsi diantara kota atau negara pasifik, menggalang persaudaraan masyarakat dan jejaring kota kreatif di kawasan pasifik. Dimana tujuannya memperkenalkan Ambon sebagai kota musik dunia. “Prinsipnya kita mendukung penuh program ini. Peserta ditargetkan sekitar 400 orang dari komunitas musik, OPD terkait, praktisi musik, ilmuwan musik, guru-guru seni dan musik, sanggar seni. Kegiatan selama dua hari di restoran Sari Gurih Lateri Ambon,” jelas Hayat. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *