by

Komoditi Makanan Pengaruhi Garis Kemiskinan di Maluku

AMBON,MRNews.com,- Selama Maret 2019- September 2019, Garis Kemiskinan (GK) Maluku naik 7,19 persen yaitu dari Rp 508.777 per kapita per bulan pada Maret 2019 menjadi Rp 545.378 per kapita per bulan pada September 2019.

Dengan memperhatikan komponen GK yang terdiri dari GK Makanan dan GK Non Makanan, maka peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Dimana tercatat pada September 2019, sumbangan GK Makanan terhadap GK sebesar 76 persen.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Maluku Jusuf Mangaraksa mengaku, hal itu terjadi karena masih besarnya porsi makanan dalam struktur pengeluaran penduduk adalah karakteristik penduduk miskin, yaitu penghasilan penduduk lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar seperti makanan dan minuman daripada hal lain seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, pakaian, hiburan dan investasi.

“Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per bulan dibawah garis kemiskinan. Nilai GK di Maluku sebesar Rp 545.378, berarti untuk memenuhi kebutuhan dasar 2100 kkal makanan per hari dan pengeluaran dasar non makanan dalam satu bulan per jiwa di Maluku dibutuhkan uang sekitar Rp 545.378,” jelasnya di kantor BPS Maluku, Rabu (15/1/20).

Maka dengan demikian lanjut Yusuf, penduduk dengan jumlah pengeluaran per bulan dibawah nilai garis kemiskinan tersebut tergolong miskin.

“Bisa disimpulkan sesuai data BPS, jumlah penduduk miskin di Maluku naik dari sebelumnya pada Maret 2019 317,69 ribu jiwa menjadi 319,51 ribu jiwa pada September 2019. Namun persentase penduduk miskin turun di angka 17,65 persen September 2019 dari 17,69 persen pada Maret 2019,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed