by

Komisi II Minta Indag Tegas Tindak Pedagang Jualan di Jalan

-Politik-89 views

AMBON,MRNews.com,- Komisi II DPRD Kota Ambon meminta dinas perindustrian perdagangan (Disperindag) agar menindak tegas pedagang yang masih menggunakan jalan raya dan lahan pembongkaran untuk berjualan, meski lapaknya sudah digusur dan harus direlokasi.

“Sudah menjadi himbauan kami bagi dinas Indag supaya memang pedagang itu benar-benar dalam rangka revitalisasi pasar Mardika, relokasi harus full. Jangan pilih-pilih. Harus tegas,” sebut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Hary Far-Far kepada media ini di DPRD, Rabu (30/9).

Bahkan, aksi kemarin oleh sopir angkot ke DPRD menurutnya, sudah diterima dan diagendakan ada pertemuan lanjutan gabungan komisi II dan III terkait kondisi pedagang di pasar Mardika dan juga arus lalu lintas untuk menyiasati supaya secepat mungkin dicari solusi terbaik.

“Ini sebenernya bukan agenda kami karena kita menyesuaikan saja dari pusat. Tugas Indag berkoordinasi lalu memberi penjelasan lagi ke pedagang agar kalau sudah direlokasi tidak boleh balik lagi apalagi sampai berjualan didaerah yang sudah digusur dan jalan raya,” beber politisi Gerindra.

Revitalisasi pasar Mardika diakui Hary, demi kepentingan bersama bukan untuk kepentingan satu dua orang termasuk akhirnya menguntungkan para pedagang kalau pasar dibangun baru, semua ditata dan bersih.

“Indag siasati dulu, harus tegas. Kebijakan yang sudah dikeluarkan harus dilanjuti. Bila perlu koordinasi dengan Pol PP dan aparat keamanan untuk penertiban. Jangan lagi ada pedagang dilokasi pembongkaran. Apalagi turun ke badan jalan halangi arus lalu lintas. Jangan menganggu satu sama lain, antara pedagang, sopir angkot dan masyarakat,” kuncinya.

Etha Siahay, anggota komisi II fraksi Golkar menambahkan, soal pengurangan lantai pembangunan pasar Mardika juga jadi konsen komisi dan sudah dibicarakan untuk
nanti akan memanggil Kadis Indag. Sebab memang ada yang sudah membayar biaya sewa tapi sepertinya tidak dapat tempat.

“Dampak pengurangan ini pedagang. Mereka sudah punya tempat memang disitu tapi kenapa ada yang dikurangi. Nanti Kadisnya dipanggil, untuk katong minta klarifikasi apa betul tidak ada pengurangan sehingga memang tidak semua pedagang bisa dapat lapaknya,” tutur Siahay. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed