KMP 2019, Pintu Masuk Perkuat Musik Melanesia

AMBON,MRNews.com,- Konferensi Musik Pasifik (KMP) 2019 di kota Ambon diharapkan benar-benar menjadi pintu masuk dalam rangka membicarakan perkembangan musik di kawasan pasifik umumnya dan bagi negara atau kota rumpun Melanesia khususnya. Apalagi pembicara yang hadir pun kompeten, tak saja dari kota Ambon dan Jakarta serta akademisi nasional, tetapi juga pelaku musik dari NTT dan Papua bahkan Timor Leste.

Sebab musik pasifik adalah sesuatu yang masih awam bagi masyarakat, sehingga Ambon mencoba menjadi leading movement memunculkan musik pasifik sekaligus memperkuatnya menjadi pengakuan dunia. Karena menjadi kota musik dunia oleh UNESCO, artinya langkah harus terus dilakukan oleh kota Ambon guna menjustifikasi kelayakan pengakuan itu.

“Harapan awal sebetulnya konferensi internasional, tapi paling tidak ini menjadi ide awal atau embrio pengembangan musik di kawasan Melanesia. Karena Papua, Maluku dan NTT bagian rumpun Melanesia. Maka kita mau memperkuat musiknya untuk menjadi pengakuan dunia dan harus mulai dari kota Ambon,” ungkap Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat membuka KMP 2019 di Restoran Sarigurih Lateri, Kamis (28/11/19).

Menunjang pengembangan Ambon sebagai kota musik dunia, dibutuhkan sejumlah infrastruktur pendukung, baik sarana maupun prasarana. Namun, diakuinya, saat ini di kota Ambon terkendala masalah lahan. Apalagi kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) berkeinginan membangun beberapa sarana guna mendukung Ambon selaku kota musik dunia.

“Sekarang tergantung kita mau siapkan lahan saja. Sebab memang lahan buat Ambon yang jadi masalah. Kita akan siapkan lahan karena kemeterian mau bangun musik convention hall, juga mau bangun lagi museum, sekolah musik. Semua itu didorong,” sebut Walikota.

Disinggung tentang upaya Pemkot mendorong event menuju visit Ambon 2020, Louhenapessy mengaku dalam waktu dekat akan diumumkan seluruh kegiatan menyangkut visit 2020. Tapi oleh Kemenparekraf sendiri sudah isyaratkan paling tidak ada satu atau dua event dunia yang dilaksanakan di Ambon dengan kementerian selaku penyelenggara atau tuan rumah.

“Sebetulnya ini upaya untuk mendorong kebangkitan pariwisata Ambon lewat visit 2020. Katong sendiri juga pasti akan siap diri terutama menjelang September atau Oktober, dimana bulan tersebut adalah waktu wisata buat Ambon menyambut wisatawan,” tutupnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *