by

KLHK Bangun 11 Titik Konservasi Tanah & Air di Negeri Urimessing

AMBON,MRNews.com,- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Waehapu Batumerah membangun 11 titik konservasi tanah dan air di Kusu-kusu Sereh Negeri Urimessing Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Pembangunan 11 titik itu menelan anggaran dari APBN senilai Rp 140 juta. Yang kegiatan pekerjaannya akan dimulai oleh kelompok Ekang pada wilayah RT 001 dan 002 pasca peletakan batu pertama pada salah satu titik pembangunan, Jum’at (27/8).

Kepala Seksi Program BP DAS & Hutan Lindung Waehapu Batumerah, Wiyarta katakan, alasan memilih Negeri Urimessing sebagai sasaran kegiatan karena ada mata air keluar yang menghidupi masyarakat hampir seluruh kota Ambon dan harus dijaga, dilindungi sumber-sumber airnya.

“Kegiatan ini merupakan bantuan DAK kepada Negeri Urimessing yang nantinya akan dikelola kelompok. Alokasi bantuan ada 11 unit, 2 unit besar dan 9 kecil dengan anggaran memang tidak besar hanya Rp 140 juta,” tandas Wiyarta, Sabtu (28/8).

Diharapkannya, ini bisa menjadi sumber air secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Kota Ambon. Dimana daerah Kusu-kusu Sereh merupakan daerah hulu sehingga bila daerah hulu sudah diperbaiki, otomatis manfaat air akan dirasakan warga sekitar dan Kota Ambon.

“Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi pemerintah daerah agar dapat membuat kegiatan serupa dan mensupport. Sebab kalau harap anggaran dari kementerian sangat kecil karena harus mengakomodir seluruh provinsi di Indonesia,” terangnya.

Selain Kota Ambon pada Negeri Urimessing, pihaknya kata Wiyarta, juga lakukan kegiatan serupa tahun ini di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Maluku Tengah dengan total 70 titik pembangunan.

Sementara itu, Penjabat kepala pemerintahan Negeri Urimessing Artur Solsolay bersyukur lewat kerjasama dengan BP DAS dan Hutan Lindung Waehapu Batumerah, Negeri Urimessing khususnya Kusu-kusu Sereh bisa mendapat 11 unit pembangunan konservasi tanah dan air.

“Membangun Negeri Urimessing ini cukup banyak cara. ADD-DD memang ada, namun harus mencover 5 dusun. Tapi harus dibagi merata. Maka katong harus bermitra dengan pihak lain untuk membangun negeri, seperti proyek ini yang sangat membantu,” jelasnya.

Pasalnya, ketika musim hujan masyarakat khawatir terjadi longsor atau banjir pada daerah aliran sungai. Namun dengan pembangunan konservasi tanah dan air ini, diharapkan kekhawatiran itu bisa teratasi karena aman dari bahaya.

“Kegiatan ini juga mengurangi beban dalam membangun negeri dari skala RT RW dan kelompok. Mau nilai besar atau kecil yang penting pembangunan ini bermanfaat bagi masyarakat. Kita berupaya maksimal semua potensi negeri agar kebutuhan masyarakat bisa tercapai meski belum semua,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed