by

Klarifikasi Pelaku Dibawah Umur, Kapolresta: Keliru, Tidak Ada

AMBON,MRNews.com,- Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease mengklarifikasi adanya pelaku penikaman berujung kematian terhadap seorang pemuda di Batu Gantung, Selasa (10/12) malam yang salah satunya masih dibawah umur. Klarifikasi itu diberikan karena awalnya usai RH orang yang disangka pelaku menyerahkan diri Rabu (11/12), polisi sempat merilis bahwa RH masih dibawah umur yakni 16 tahun.

Kapolresta Pulau Ambon Pp Lease AKBP Leo Simatupang mengaku, rilis polisi awal itu karena sesuai dengan keterangan saksi-saksi tentang ciri-ciri para pelaku penikaman yang sama persis dengan RH. Apalagi saat itu kejadiannya terjadi malam hari. Sehingga kesalahan informasi sangat mungkin terjadi.

“Karena kejadiannya malam, sehingga saksi-saksi mengatakan pelakunya ciri-cirinya seperti yang sudah kita amankan pertama itu. Jadinya pelaku adalah tiga orang itu saja. Karena situasi malam dan saksinya tidak jelas. Keliru,” ujar Kapolresta kepada awak media saat rilis kasus tersebut di halaman Mapolresta, Jumat (13/12/19).

Namun ternyata lanjut Leo, hasil pengembangan terakhir, dimana RH ternyata bukan orang yang dimaksud sebagai pelaku, hanya saja memang ada kemiripan. Lagipula yang bersangkutan sudah dikembalikan ke keluarganya.

“Kita juga patut bersyukur karena tiga pelaku aslinya tidak ada yang berada dibawah umur. Umur pelaku mulai dari 20-21 tahun, sudah dewasa,” akui perwira berpangkat dua balok emas di pundak.

Dimana kata Leo, pelaku atau tersangka pertama berinisial SJN (21) ditangkap di Desa Latuhalat. Perannya sebagai pembawa kendaraan saat kejadian dan pemilik senjata tajam yang digunakan untuk menikam kedua korban. Pelaku kedua JSL (20) yang mencoba melarikan diri ke Masohi, namun sudah dideteksi. Maka saat akan kembali ke Ambon petugas langsung menangkap di Desa Tulehu. Perannya utama yakni melakukan penusukan pada korban meninggal dan luka.

Satu pelaku lagi yang terakhir tertangkap di Passo berinisial GR (20), dimana GR berperan menyuruh lakukan penusukan terhadap korban. Adapun pelaku pertama ditangkap kemarin dan kedua-ketiga hari ini. Mereka adalah pengangguran yang berdomisili di Batu Gantung Dalam namun bukan penduduk asli, hanya numpang karena punya mama piara atau keluarga.

“Adanya pengungkapan kasus ini tentu permasalahan yang kerap terjadi antara Batu Gantung Ganemo dan Batu Gantung dalam cukup ini jadi yang terakhir. Himbauan kami bagi masyarakat khususnya daerah Batu Gantung, Kudamati dan sekitarnya, masalah ini jadi yang terakhir. Tentu setiap ada kejadian nanti akan kami berikan tindakan tegas agar memberikan efek jera dan tidak diulangi lagi oleh yang lain,” ingatnya.

Pasalnya dalam rekonsilisasi yang dilakukan di Balai Serbaguna Gedung Gereja Rehoboth, lanjutnya, para pihak yakni tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda selain sudah menyerahkan penanganan kasus ini diselesaikan kepolisian, tetapi juga sepakat dan menjamin tidak ada aksi balasan. Mereka pun meminta Polresta menempatkan satu orang Bhabinkamtibmas khusus penanganan di daerah Kudamati dan sekitarnya.

“Itu langsung sudah kami tempatkan untuk menangani permasalahan yang ada di Kudamati. Kami juga menempatkan pos keamanan di jembatan dan di dekat gereja Batu Gantung Ganemo. Sudah jalan sejak kemarin. Kami harap masyarakat turut berperan serta lakukan pengamanan. Kami sudah sampaikan ke keluarga korban, juga masyarakat khususnya di wilayah Kudamati dan Batu Gantung serta umumnya kota Ambon, jika ada permasalahan diserahkan ke kepolisian agar segera ditangani secara profesional, tidak perlu main hakim sendiri,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed