by

Ketua Alumni UKIM “Pasang Badan” Untuk Gubernur Maluku

AMBON,MRNews.com,- Puluhan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) yang diwakili Senat Mahasiswa Universitas dan Fakultas mendesak Gubernur Maluku Murad Ismail untuk segera mengklarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat khususnya civitas akademik UKIM terkait surat rekomendasi dukungan untuk suksesi rektor UKIM.

Desakan itu disampaikan mereka melalui aksi demo damai yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Maluku, Selasa (10/8/2021).

Namun keinginan mereka itu bertepuk sebelah tangan. Sebab hingga selesai aksi, Gubernur tak kunjung ditemui karena tidak berkantor. Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Barnabas Orno yang juga Ketua Alumni UKIM terpaksa “pasang badan” untuk Gubernur didepan pendemo meminta maaf.

Orang nomor dua di Provinsi Maluku itu meminta maaf kepada masyarakat terutama Civitas Akademik UKIM terkait surat rekomendasi yang memicu reaksi publik selama sepekan ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, dan Gubernur Maluku, saya meminta maaf terkait isi surat tersebut,” kata Wagub dihadapan mahasiswa UKIM.

Mantan Bupati Maluku Barat Daya (MBD) ini mengaku, tersiarnya surat rekomendasi dari Gubernur Maluku itu diduga karena yang bersangkutan (bakal calon-red) yang datang untuk meminta rekomendasi dimaksud.

“Kemarin saya didampingi Plt Sekda dan sejumlah pejabat mendatangi kampus UKIM dan Sinode untuk klarifikasi sekaligus minta maaf. Kemudian hari ini juga saya minta maaf. Surat rekomendasi itu keluar karena mungkin saja yang bersangkutan datang untuk minta,” paparnya.

Orno juga menegaskan, surat tersebut tidak perlu digunakan berkaitan dengan proses pemilihan rektor di kampus UKIM, karena surat itu bukan acuan.

“Surat itu bukan jadi acuan, jadi jika merasa tidak penting, tidak usah dipakai, ” tandasnya.

Disela demo, ketua senat mahasiswa UKIM Vincentius Talubun katakan, dua tuntutan utama pihaknya ialah meminta Gubernur Maluku mempertanggungjawabkan rekomendasi kepada calon Rektor UKIM dalam suksesi mendatang dan meminta Gubernur Maluku menyatakan permintaan maaf secara terbuka kepada seluru civitas akademika UKIM.

Diketahui, aksi ini terjadi, menyusul surat rekomendasi bernomor 424/2364 tertanggal 22 Juli 2021 dari Gubernur Maluku yang ditujukan kepada Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Protestan Maluku, terpublis secara luas di publik.

Dalam surat tersebut Gubernur Maluku meminta Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Protestan Maluku mengangkat Dr. Drs. Josephus Noya, M. Si sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Periode 2021-2025.

“Sebagai Gubernur Maluku saya merekomendasikan kepada bapak Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Protestan Maluku, kiranya berkenan memberikan hak sarannya kepada calon (Josephus Noya-red) untuk menjadi Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku periode 2021–2025,” demikian isi surat rekomendasi tersebut.

Surat rekomendasi yang viral di media sosial ini tembusannya juga disampaikan kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Ambon, Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku, Senat Universitas Kristen Maluku, Rektor Universitas Kristen Maluku. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed