by

Ketahuan ASN “Nakal”, Walikota Pastikan Tindak Sesuai Aturan

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan, pemerintah kota Ambon bakal menegakkan aturan normatif kepegawaian apabila ketahuan ada Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk didalamnya pegawai kontrak yang “nakal” alias tidak fair dalam kerja dan masuk melalui jalur tidak wajar untuk mengabdi (double job dua instansi).

“Kalau ada ASN yang ketahuan nakal dan double job, kita akan tegakkan kepada aturan normatif kepegawaian. Itu prinsipnya. Kita pakai itu saja, aturan normative kepegawaian,” tandas Walikota kepada awak media di Ambon, Selasa (27/2).

Walikota mengaku sampai sejauh ini belum tahu bahkan mendapat informasi apapun tentang ini. Namun, bisa dipastikan, dirinya bakal sikapi atau menindak ASN sesuai aturan normatif kepegawaian apabila faktanya terungkap ada yang tidak beres. Bahkan, dirinya berani menegaskan ASN nakal di Pemkot Ambon seperti yang diketahui publik ini kemungkinannya tidak ada. Karena prosedurnya ketat dan kebijakan pemerintah soal seleksi selalu berada di rel yang tepat. Apalagi sampai double job di OPD Pemkot Ambon dan instansi lain.

“Saya belum tahu dan belum dapat informasi soal itu. Kalau ada bukti, nanti pasti saya sikapi dengan penegakkan aturan normatif kepegawaian. Tapi sangat tidak mungkin. Intinya, saya tidak bisa berandai-andai dan tidak bisa bilang ada atau tidak, karena tidak ada informasi. Silahkan kalau ada fakta, sampaikan ke saya dan saya akan sikapi,” Walikota menambahkan, dalam penedekatan aturan saat ini, namanya honorer itu sama dengan pegawai kontrak. Kalau misalnya, tidak ada kontrak berarti bukan pegawai. Demikian halnya, apabila dua pekerjaan pada instansi yang berbeda, itu tentu menjadi perhatian serius. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari berbagai sumber,

“diduga” ada pegawai OPD pemerintah kota Ambon yang “mencoba nakal” dengan double job atau bekerja pada dua instansi berbeda. (MR-05)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed