by

Kerjasama Anggota ASEAN & Negara Lain Penting Atasi Pandemi & Pulihkan Ekonomi

AMBON,MRNews.com,- Kerjasama diantara anggota ASEAN dan negara-negara lain menjadi suatu keniscayaan agar mengatasi pandemi dan memulihkan ekonomi lebih cepat.

Pasalnya, dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, krisis sekarang ini perlu menjadi momentum untuk percepatan transformasi digital.

“Kami percaya semangat kolaborasi di ASEAN harus fokus untuk mengatasi pandemi. Manfaat digitalisasi juga harus dimaksimalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat. Upaya harus dilakukan untuk membantu yang paling rentan dan memastikan tidak ada yang tertinggal,” tandas Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate saat
menghadiri 1st ADGMIN hari kedua, Jumat (22/1/2021).

Selain itu, MenKominfo menegaskan, sikap optimistis dan rasa kebersamaan membangun komunitas digital ASEAN perlu untuk terus dikembangkan.

“Penting juga bagi kita untuk mempertahankan optimisme selama masa sulit ini. Bersama-sama kita akan bangkit kembali lebih kuat dan bergerak menuju ASEAN sebagai komunitas yang terhubung secara digital,” tegasnya.

Pada hari sebelumnya, Menteri Johnny menyatakan, Pemerintah Indonesia telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara optimal guna menangani dampak pandemi Covid-19.

Selain untuk mendukung pemulihan sektor kesehatan dan vaksinasi, sektor komunikasi dan informatika juga dimanfaatkan untuk memulihkan ekonomi nasional dengan fokus pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah/Ultra Mikro (UMKM/UMi) serta pengembangan startup digital.

“Pentingnya aspek keamanan dan kedaulatan data, tata kelola data (data governance), serta kerja sama dan diskusi terkait pertukaran data lintas batas negara (cross border data flow) yang memenuhi prinsip reciprocity, lawfulness, fairness, dan transparency,” tandas Plate.

Diketahui, ADGMIN merupakan forum pertemuan para Menteri yang membidangi TIK dan digital dari 10 negara anggota ASEAN (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam) yang berlangsung secara daring mulai 18-22 Januari 2021.

Sebagai pemeran kunci dalam digital ekonomi dan transformasi digital di ASEAN, ADGMIN juga bertugas untuk melakukan koordinasi lintas pilar dan sektoral serta kerjasama dengan sektor swasta maupun pelaku industri.

Sebelumnya, forum ini dikenal dengan nama ASEAN Telecommunications and IT Ministers Meeting (TELMIN). Perubahan ini disepakati pada TELMIN ke-18 pada tahun 2019 yang saat itu diketuai Indonesia.

Pertemuan kali ini diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia, dengan tujuan untuk membentuk kembali lansekap digital pasca pandemi Covid-19 dengan mengadopsi ASEAN Digital Masterplan 2025 (ADM2025).

Pertemuan ADGMIN yang pertama ini mengangkat tema “ASEAN: a Digitally-Connected Community” dengan Malaysia sebagai tuan rumah. Pertemuan ini menghasilkan beberapa outcome penting, yang utama adalah peluncuran ASEAN Digital Masterplan 2025 (ADM 2025) dan Deklarasi Putrajaya.

Dokumen ADM 2025 memuat visi ASEAN untuk mewujudkan ekonomi digital dan masyarakat digital. Visi ini perlu ditunjang konektivitas yang merata diseluruh ASEAN, regulasi yang mendukung inovasi dan pengembangan layanan e-government, serta literasi dan keterampilan digital yang mumpuni.

Untuk mencapai visi tersebut, negara-negara ASEAN telah menyepakati 8 (delapan) sasaran (desired outcomes) pengembangan sektor digital untuk diimplementasikan hingga tahun 2025 nanti diantaranya;

  • Langkah-langkah perwujudan ADM 2025 diprioritaskan untuk pemulihan negara-negara ASEAN dari pandemi COVID-19;
  • Peningkatan kualitas dan jangkauan infrastruktur fixed dan mobile broadband;
  • Penyediaan layanan digital yang aman dengan pencegahan kerugian masyarakat;
  • Pasar yang kompetitif dan berkelanjutan yang mendukung penyediaan layanan digital;
  • Peningkatan kualitas dan penggunaan layanan e-government;
  • Penyediaan layanan digital untuk menghubungkan bisnis dan memfasilitasi perdagangan lintas negara;
  • Peningkatan kapabilitas untuk bisnis dan masyarakat demi mendorong partisipasi di ekonomi digital;
  • Masyarakat digital yang inklusif di ASEAN.

Muatan yang menjadi spirit ADM 2025 tersebut juga sejalan dengan rencana agenda transformasi digital Indonesia 2021-2024.

Adapun, Deklarasi Putrajaya berisi 6 (enam) butir komitmen negara-negara ASEAN untuk mendorong implementasi ADM 2025 serta adopsi Pedoman Implementasi ASEAN Data Management Framework (ADMF) dan ASEAN Model Contractual Clauses for Cross Border Data Flows (AMCC).

Deklarasi Putrajaya juga merangkum kesepakatan untuk meneruskan kerja sama sektor digital para Menteri Digital ASEAN dengan negara-negara mitra dialog, terutama untuk membantu implementasi ADM 2025. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed