by

Kepsek SMK 8 Akui Tidak Ada Pungi

AMBON,MRNews.com.-. Dugaan adanya Pungutan Liar (Pungli) di SMK 8 Desa Waeperang, Kabupaten Pulau Buru ditepis Kepala Sekolah Mahani Rumalutur.

Diakuinya, jika memang saat menerima laporan pendidikan bagi siswa dipungut biaya per siswa sebesar Rp 60.000 yang diperuntukan bagi pembelian sampul laporan pendidikan siswa sesuai kesepakatan antara guru, komite sekolah dan orang tua murid.

” Memang benar sekolah memungut biaya Enam puluh ribu rupiah per siswa atas kesepakatan guru, komite sekolah dan orang tua murid. Sehingga tidak benar jika dikatakan ada Pungli ” ujar Rumalutur di Buru, Sabtu (15/1).

Menurutnya, pungutan untuk kepentingan laporan pendidikan siswa tidak bisa memakai dana bos kecuali kegiatan yang masuk Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) yang kesemuanya menjadi arsip sekolah. Sebab sampul laporan pendidikan akan menjadi milik siswa.

Karena itu, dirinya menyayangkan keluhan orang tua yang seharusnya disampaikan di sekolah sehingga tidak menjadi konsumsi publik.

Kendati begitu dirinya menerima kritikan asalkan untuk perbaikan penataan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Buru.

Ditegaskan jika saat ini jumlah siswa dari kelas 7 sampai kelas 10 berjumlah 69 siswa . Sementara untuk untuk kelas 7 hanya berjumlah 24 siswa yang dipungut biaya pada pembagian laporan pendidikan.

” Jumlah siswa itu ada 69 siswa dari kelas 7 sampai kelas 10. kesepakatan itu untuk kepentingan anak dan dilakukan sehingga kelas 7 yang kemarin dipungut biaya. Sebab dengan kurikulum K13 maka laporan pendidikan siswa itu per lembar sehingga perlu sampul yang bisa menyimpan dokumen anak yang sangat penting bagi kepentingan masa depannya” urai kepala sekolah .

Ditambahkan jika tidak dipakai sampul laporan pendidikan maka ditakutkan lembaran pendidikan siswa yang akan dokumen pendidikan anak akan tercecer dan tidak bisa tersimpan dengan baik . (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed