by

Keponakan Diduga “Otak” Pembunuhan Pamannya

AMBON,MRNews.com,- Mayat laki-laki JJAN (57) ditemukan warga di Karang Panjang, Minggu (14/6) malam. Korban kemudian dibawa Polsek ke RS Bhayangkara untuk visum luar guna mengetahui penyebab kematian.

Dari hasil visum, ditemukan ada kejanggalan. Karena terdapat luka dipelipis mata kiri korban, memar dipipi kanan dan adanya benjolan dibagian kepala. Dokter menyimpulkan, korban meninggal karena benturan menggunakan benda tumpul.

Unit identifikasi Polresta Ambon dan pihak rumah sakit kemudian mengotopsi mayat tersebut. Untuk mendalami siapa pelaku pembunuhan, empat (4) saksi dibawa Wakasat Reskrim Ipda Setiawan Sunarto dan tim Buser untuk diinterogasi.

Mereka MLN (20) keponakan korban, MN (43) adik kandung korban, JBN (13) keponakan korban dan EA (49) tetangga korban.

Hasil interogasi, penyidik mencurigai MLN “dalang” pembunuhan. Sebab MLN yang terakhir bersama korban sehari sebelumnya. Dimana keduanya saat itu membersihkan lahan belakang rumah korban yang juga ditempati MLN dan saksi lainnya untuk menebangi pohon.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Ipda Titan mengaku, usai bersih-bersih, korban lalu mengikat tali untuk menanam pohon yang ditebang agar tidak jatuh keatap rumah tetangga. Namun naas, korban tidak bisa menahan pohon tersebut sehingga terjatuh dari pohon.

“Saat korban terjatuh, MLN tidak membantu. Korban berusaha berdiri namun ditendang dengan lutut dua kali kena mata kiri dan wajah. Tak cukup, MLN kembali memukul korban dibagian belakang kepala dengan kayu dua kali,” ujar Titan saat dikonfirmasi, Selasa (16/6).

Setelah menghajar korban, MLN pergi bermain bola dan meninggalkan korban yang sudah tak sadar. Esoknya, keluarga mencari keberadaan korban. Saksi JBN menemukan korban dibelakang rumahnya. JBN lalu memberitahukan ke MN dan EA.

Motif korban dihabisi karena ada dendam pribadi. Saat ini pelaku telah ditahan di Rutan Polresta Ambon.

“Terduga pelaku pun disangkakan melanggar pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman terberat 20 tahun penjara,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed