by

Kemenkominfo & Operator Seluler Komitmen Bangun Infrastruktur TIK di 12.548 Desa Sampai 2022

JAKARTA,MRNews.com,- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate menyatakan komitmen pemerintah dan operator seluler untuk membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terutama jaringan 4G di 12.548 desa/kelurahan sampai tahun 2022.

“Hari ini (kemarin-red) pertemuan membahas evaluasi perjalanan 10 tahun industri telekomunikasi, juga pembangunan infrastruktur TIK (4G) oleh KemenKominfo dan operator seluler di 12.548 desa/kelurahan sampai 2022,” jelasnya dalam konferensi pers usai pertemuan rutin dengan pimpinan operator telekomunikasi seluler di Press Room kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (17/11/20).

Pembahasan dengan operator seluler menurut Menteri Johnny dibutuhkan agar penggelaran infrastruktur TIK bisa berlangsung efisien dan dapat dikerjakan bersama.

“Yang memungkinkan efisiensi pergelaran infrastruktur TIK secara nasional. Tujuannya satu adalah untuk memperkecil disparitas infrastruktur antarwilayah dan pemanfaatan kecepatan internet yang lebih merata untuk seluruh wilayah tanah air,” tegasnya.

Berkaitan penyelesaian infrastruktur telekomunikasi agar tersedia sinyal 4G di 12.548 desa/kelurahan Johnny mengaku, Kemenkominfo lewat BLU BAKTI Kominfo akan menyelesaikan pembangunan akses sinyal 4G di 9.113 desa/kelurahan yang ada didaerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T).

“Kami juga mendiskusikan bagaimana untuk menyelesaikan penggelaran agar tersedia sinyal 4G di 12.548 seluruh desa dan kelurahan. BAKTI Kominfo akan selesaikan pembangunan 9.113 desa/kelurahan,” ungkapnya.

Mengenai akses yang dibangun BAKTI Kemenkominfo, Johnny menyatakan tahun 2020 dibangun akses telekomunikasi di 1.200 desa/kelurahan, 2021 di 4.200 desa/kelurahan dan 2022 3.704 desa/kelurahan sehingga seluruhnya 9.113 desa/kelurahan itu bisa selesai dibangun pada 2022 nanti.

Atau dengan kata lain menghasilkan sinyal 4G diwilayah pada tahun 2022. Disaat bersamaan, pimpinan dan eksekutif operator seluler telah memberikan komitmen untuk menyelesaikan pembangunan di 3.435 desa dan kelurahan wilayah non-3T untuk menghadirkan sinyal 4G.

“Dengan demikian kita bersama-sama harapkan Kominfo dan operator seluler akan menghadirkan sinyal 4G di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia pada tahun 2022 nanti,” tegasnya.

Menteri Kominfo menyebutkan pihaknya juga membahas rencana phased out jaringan 3G dan upgrade ke 4G. Target pembahasan agar sinyal 4G di Indonesia jadi lebih luas dengan kecepatan bandwith yang lebih memadai.

“Kami juga membicarakan bersama-sama ya tadi rencana untuk upgrade 3G ke 4G yang nanti akan diatur lebih lanjut,” ungkapnya.

Dijelaskan politisi NasDem, pemerintah terus berupaya membangun akses telekomunikasi untuk memperkecil disparitas infrastruktur antarwilayah. Hal itu menjadi amanat Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang telah disahkan.

Karena itu, Kementerian Kominfo melibatkan operator telekomunikasi seluler membangun infrastruktur telekomunikasi yang memadai.

“Bulan ini adalah bulan terakhir dari 10 tahun perjalanan operator seluler di Indonesia. Tahap pertama lisensi yang diberikan berakhir tahun ini. Ada banyak hal-hal baik, positif yang dilakukan dan ada banyak juga evaluasi untuk perbaikan,” jelasnya.

Kembangkan Industri Telekomunikasi

Menurut Johnny, pihaknya dan operator seluler juga mendiskusikan potensi pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia. Pembahasan mempertimbangkan akselerasi transformasi digital sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

“Telekomunikasi menjadi tulang punggung pembangunan berbagai sektor di Indonesia. Dalam hal ini juga memperhatikan pengembangan teknologi-teknologi baru yang akan datang termasuk pemanfaatan spectrum sharing untuk teknologi baru,” jelas mantan anggota DPR-RI itu.

Bersama operator layanan telekomunikasi seluler, Kementerian Kominfo juga telah melakukan evaluasi industri seluler di Indonesia. Diakui Johnny, hal itu menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia.

“Diantaranya mengevaluasi bagaimana efisiensi untuk membangun TIK di Indonesia. Kita sama-sama mengetahui Indonesia negara yang wilayahnya sangat luas. Terdiri dari pulau, daratan dan laut. Ada 17 ribu pulau dengan tantangan topografi yang luar biasa jadi tantangan dalam pembangunan TIK,” jelasnya.

Dirinya mengharapkan perpanjangan lisensi 10 tahun kedua, khususnya dalam penggunaan pita frekuensi 800MHz, 900MHz, dan 1800 MHz akan mendorong operator telekomunikasi seluler lebih aktif dan progresif dalam membangun industri telekomunikasi nasional.

“Saya menyampaikan dan memberikaan selamat kepada operator seluler. Dengan harapan lebih aktif dan progresif melakukan penggelaran pembangunan TIK dan membangun industri kita secara lebih memadai,” demikian Plate. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed