by

Kecamatan Salahutu, Sasaran Karya Bhakti Lokasi Terdampak Gempa

AMBON,MRNews.com,- Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah menjadi sasaran karya bhakti yang dilakukan pemerintah provinsi Maluku dalam beberapa hari terakhir ini pada lokasi terdampak gempabumi 6,5 SR. Trauma healing, pelayanan kesehatan dan pembersihan puing rumah roboh jadi bagian karya bhakti yang dikomando kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Maluku Farida Salampessy dan Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon.

Kali ini, Selasa (22/10/19) dusun Kamarue Desa Waai dan kawasan Suli Banda mendapat perhatian. Tim trauma healing yang melibatkan sejumlah tenaga medis dari Dinas Kesehatan Provinsi-Poltekkes, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD), Dinas Sosial-Tagana serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maluku, melakukan penanganan trauma untuk anak-anak, remaja serta kaum ibu.

Dimana untuk anak-anak diajak bernyanyi dan bermain serta diberikan hadiah jika mampu menjawab pertanyaan yang diberikan, sedangkan remaja dan pemuda diberikan kesempatan menyampaikan ekspresi yang dirasakan melalui media gambar. Sedangkan kaum ibu selain diberi pemahaman tentang kegempaan dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa, mereka juga diajari cara melakukan terapi wajah agar tidak takut dan stress.

Terpisah, puluhan personil TNI dan Polri membongkar dan membersihkan beberapa rumah warga yang rusak berat dan roboh, dibantu alat berat dari BPJN Maluku. Tak saja di Waai, tetapi di Desa Liang pun pembersihan puing rumah dilakukan. Khusus tim sarana prasarana, melibatkan Dinas PUPR, Dinas PRKP, BPBD, Tagana, TNI/Polri, pers, Balai Pelaksana Jalan Nasonal (BPJN) Maluku, Balai Cipta Karya serta Balai Jasa Konstruksi.

Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf Cecep Tendi Sutandi selaku penanggungjawab lapangan mengatakan, karya bhakti yang telah dilaksanakan kurang lebih empat hari melibatkan 50 personil Koramil Salahutu disamping tambahan personil dari Korem yakni Den Zipur dan Denkav, sedangkan Polri juga telah diminta bantuan perkuatan personil untuk mempercepat pembersihan rumah warga yang rusak.

Dia mengatakan target penyelesaian karya bhakti oleh tim sarana prasarana adalah bisa selesai dalam satu atau dua hari ini. Agar tim kemudian akan bergerak ke Pulau Haruku untuk melakukan hal serupa. Menyangkut kondisi di lapangan bahwa banyak rumah beton yang roboh dan rata dengan tanah, tentu tidak bisa dilakukan secara manual tapi harus menggunakan alat berat.

“Selain alat berat tetapi truk juga dikerahkan untuk membersihkan dan mengangkut puing-puing rumah yang roboh. Sehingga proses selanjutnya lebih mudah. Tak saja rumah warga, tetapi sarana ibadah yang rusak berat dan roboh juga harus dibersihkan,” beber Dandim.

Sementara, koordinator tim psikososial karya bhakti Emma Hentihu katakan, khusus trauma healing akan terus diintensifkan, karena kenyataannya di lapangan warga masih takut dan trauma untuk kembali ke rumah mereka, terutama anak-anak dan orang tua lanjut usia (Lansia).

“Dalam beberapa hari terakhir kita lakukan karya bhakti, memang banyak ibu-ibu yang mengaku masih takut dan belum berani kembali ke rumah masing-masing. Mereka masih ingin tetap di lokasi pengungsian sebab dirasa aman, meski sifatnya sementara. Karena itu trauma healing masih perlu terus dilakukan hingga kondisi warga menjadi benar-benar aman dan normal,” tandasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed