Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Kayu Putih
AMBON,MRNews.com,- Satu rumah milik keluarga Tien Poceratu, di kawasan Kayu Putih, RT 002/RW 04, Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, hangus terbakar dilahap si jago merah, Rabu (27/2/19) malam. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Saksi mata yang juga kerabat korban, Vence Poceratu mengaku, kebakaran awal diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.30 Wit namun masih dalam skala kecil. Penyebab kebakaran belum diketahui pasti karena berlangsung tiba-tiba dan sangat cepat hingga hanguskan rumah. Bahkan, pihak pemadam yang datang pun kalah cepat dari api yang memang menjalar lebih cepat karena pengaruh kap dan beberapa bagian rumah yang terbuat dari kayu.
“Memang awalnya sudah cium aroma asap. Hanya katong kira seperti orang sedang bakar-bakar sesuatu, bukan rumah. Seng talalu lama, tiba-tiba ipar panggel rumah sudah tabakar, baru katong tau, lalu pigi lia api su basar. Api pertama kali muncul awalnya dari dapur. Waktu tabakar, katong coba kas mati deng cara manual pake oto air, tapi memang susah karena api capat menjalar karena kap rumah dari kayu. Setelah tabakar, sekitar 15 menit baru dari pemadam datang,” ujarnya kepada media ini.
Ketua RT 002/RW 04, Negeri Soya, Simon Poceratu mengatakan, kebakaran diperkirakan sekitar pukul 20.30 Wit, dimana rumah yang terbakar itu adalah rumah tua milik keluarganya, yang ditinggali dua saudaranya Bram dan Tien Poceratu, serta Rhena Poceratu, sang ponakan. Namun, saat kebakaran tidak ada korban jiwa karena ketiganya berhasil diselamatkan.
“Faktor kebakaran belum tahu pasti, tapi tidak ada korban jiwa karena semua penghuni rumah yang jumlahnya tiga orang termasuk bu Bram yang sedang sakit pun bisa keluar dengan slamat. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Karena sebagian besar surat-surat berharga lainnya turut terbakar. Memang ada beberapa berkas kuliah dan laptop milik Rhena yang memang sempat dislamatkan. Lainnya seng sempat karena api memang cepat menjalar dan bantuan pemadaman pun seadanya oleh warga, sebelum pihak pemadam/Damkar datang,” tandas Simon, yang turut diamini saudaranya, Tien Poceratu.
Terpisah, Kabag Ops Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Melki Marantika, mengaku, pasca dihubungi warga, kurang dari 10 menit, armada berjumlah 7 mobil dan personil sebanyak 42 orang langsung diterjunkan ke TKP. Namun memang, karena rumah sudah terlanjur terbakar besar, jadinya pun personil yang turun melakukan penanganan pemadaman sebisanya.
“Setelah ada informasi warga, kurang dari 10 menit, katong turunkan mobil 1 dari pos Passo 1 dan 6 dari pos Ambon, jadi 7 mobil dikerahkan, dengan 42 personil. Katong berusaha semaksimal mungkin lakukan pemadaman tapi karena memang rumahnya sudah terlanjur terbakar besar. 2 persen tersisa hanya di teras yang utuh, 98 persen terbakar habis,” bebernya.
Pasca kebakaran, pihak kepolisian dari Polsek Sirimau langsung turun memasang police line atau garis polisi di TKP, agar tidak lagi dimasuki oleh warga dan pihak manapun serta guna memudahkan dalam penyelidikan tentang penyebab pasti kebakaran terjadi. (MR-02)

 

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *