by

Kasrul: Tiga Pasien Asal Saparua Relatif Sehat

-Maluku-1,855 views

AMBON,MRNews.com,- Pasangan suami istri (Pasutri) asal Saparua dan anak mereka yang berdasarkan Rapid tes atau tes cepat hasilnya reaktif atau positif Covid-19, telah dibawa ke Kota Ambon untuk perawatan dan isolasi terpusat di RSAL FX Suhardjo, Halong. Kondisi ketiganya sangat relatif sehat setiba di Ambon.

“Tadi mereka setiba di pangkalan Angkatan Laut ke rumah sakit jalan kaki. Mereka tidak dalam kondisi buruk yang harus dipapah. Tidak. Mereka tetap bisa berjalan dari dermaga ke mobil ambulans jalan kaki. Jadi relatif sehat,” ungkap Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang.

Selanjutnya, dirinya berharap, ketiganya terus dalam kondisi baik dan sehat selama isolasi di RS. Ketiganya dalam status PDP. Namun tetap diperlakukan sama seperti pasien dengan positif. Sebab tim medis dan gugus tugas tidak mau ambil resiko.

“Kita juga khan protap begitu, tidak mau ambil resiko. Jadi para perawat yang merawat mereka juga sudah dibekali dengan APD/baju yang sesuai standar. Langsung diberlakukan sesuai dengan pasien positif,” bebernya di posko gugus tugas, Senin (6/4/2020).

Kasrul akui, ada sedikit kendala sehingga pihaknya belum langsung mengambil swab terhadap ketiga pasien hari ini. Tetapi jika dimungkinkan besok bisa terlaksana dan langsung dikirim ke Labkes Jakarta.

“Pemeriksaan secara Rapid tes di Saparua, ternyata selain bapak sama mama, anaknya yang perempuan umur 24 tahun juga reaktif atau positif. Mereka langsung dibawa ke RS Angkatan Laut (AL) Halong. Katong usahkan. Mudah-mudahan besok bisa ambil swab langsung katong kirim,” jelas Sekda Maluku.

Gugus tugas lanjutnya, sudah berkoordinasi dengan Camat Saparua. Sebab ketika Rapid tes untuk keluarga pasien Saparua yang lain di rumah dari dari empat anggota keluarga, sisanya negatif. Nantinya hari ketujuh atau 10 diambil satu kali lagi. Sebab untuk tes negatif mesti dua kali.

“Sambil tunggu, mereka juga katong sudah koordinasi dengan kecamatan tetap isolasi mandiri dan pihak kecamatan sudah lakukan isolasi seperti yang dikoordinasikan warga desa. Mereka bukan PDP, hanya dipantau. Sebab mereka orang sehat dan tidak ada keluhan apa-apa. Tetap ODP dan diisolasi mandiri. Menurut camat, dikoordinir desa disalah satu rumah dinas dokter,” tutur Kasrul.

Sementara untuk pasien di RST Latumeten, Kasrul akui kondisinya secara klinis sangat membaik. “Ditekankan sekali lagi kondisi beliau secara klinis sangat membaik. Kita berdoa, semoga hasil tes swab beliau nanti negatif. Jadi hingga saat ini, ada empat orang yang sesuai Rapid test reaktif atau positif,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed