by

Kapolda Perintah Tuntaskan Kasus Pembobolan Rekening BNI

AMBON,MRNews.com,- Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa telah memerintahkan pihak penyidik untuk kasus dugaan pembobolan rekening nasabah Bank BNI Cabang Ambon yang telah dilaporkan oleh pihak bank pada 8 Oktober 2019 dengan terlapor FY, pegawai bank BNI Ambon agar dituntaskan. Komitmen itu pun nampak saat kehadiran Kapolda ke BNI untuk koordinasi guna mempertegas kasus ini akan ditangani secara tuntas.

“Saat laporan pihak bank melaporan bahwa merupakan peristiwa penggelapan sehingga saat itu diserahkan ke Krimum untuk melakukan penanganan. Setelah penanganan, ternyata ini diteliti masuk tindak pidana perbankan sehingga sudah diserahkan kepada Krimsus untuk melakukan penanganan hari ini. Kapan pemeriksaan, ada prosedurnya. Sudah pasti ini perintah Kapolda langsung untuk kasus ini ditangani secara tuntas dan seserius mungkin,” papar Kabid Humas Polda Maluku Muhammad Roem Ohoirat kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (17/10/19).

Sesuai laporan yang diajukan ke Polda menurut Roem, ada kerugian dari BNI sekitar 58 miliar dimana waktu kejadiannya tanggal 9 September hingga 4 Oktober 2019 baru ketahuan. Dengan terlapor FY dan pelapor Nolly Sahumena. Dimana modusnya adalah FY memerintahkan beberapa kepala cabang pembantu diantaranya Tual, Masohi dan Dobo untuk mentransfer dana ke rekening tertentu. Inilah yang dianggap sebagai kerugian oleh pihak BNI karena dinilai tidak sesuai prosedur.

“Jumlah keseluruhn yang ditransfer dari ketiga kepala cabang pembantu sejumlah 58,9 miliar ke beberapa rekening ada sekitar 4 atau 5 orang milik masyarakat umum, nasabah. Pentransfer itu statusnya masih dilakukan penyelidikan sehingga harus bersabar. Baik pelapor dan ketiga kepala cabang pembantu itu yang sudah dimintai keterangan awal oleh Krimum total sekitar 4 orang semuanya dari pihak bank,” papar juru bicara Polda Maluku.

Untuk perkembangan selanjutnya diakui Roem, akan menunggu hasil penyelidikan karena belum dilakukan pemeriksaan secara resmi kepada para pihak yang dianggap terlibat dalam kasus ini. Sebab semua masih berupa informasi awal sesuai yang pihak bank sampaikan ke Polda Maluku. Bahkan sampai saat ini pun selain pihak bank belum ada laporan dari nasabah yang merasa dirugikan.

“Jadi mungkin dalam waktu dekat kita sudah bisa memberikan jawaban soal mudusnya kepada wartawan. Sebab terlapor juga belum dipanggil dan diperiksa. Saya dengar dari media besok terlapor datang. Kalau benar, langsung pasti kita lakukan pemeriksaan. Kalau memang ada panggilan sudah pasti kita proses, saya belum cek. Saya dengar dari rekan-rekan. Kami bersyukur kalau terlapor akan datang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Itu jauh lebih bagus,” harap Roem.

Roem juga mengaku tidak mengetahui keberadaan terlapor. Meski BNI dalam holding statemen menyatakan terlapor sementara kabur. “Saya tidak bisa bilang dia kabur meski pihak BNI menyatakan demikian. Sebab kita belum cek. Yang jelasnya, kalau itu ada keterlibatan yang bersangkutan pasti kita akan cari,”

Disentil kemungkinan bisa masuk ranah korupsi, dia mengaku akan melihat nanti hasil pemeriksaan secara lengkap ada kaitan tidaknya dengan korupsi, TPPU. Termasuk penelusuran rekam jejak terlapor, tidak bisa disampaikan tapi langkah-langkah teknis dari penyidikan pasti dilakukan. “Saya di Polda Maluku sudah sekitar 4-5 tahun yang jelasnya baru pernah alami kasus ini. Kalau kasus perbankan juga di kasus cabang Dobo yang sudah divonis dan beberapa sebelumnya,” paparnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed