Kapal Tidak Singgahi Romang, GMNI Demo Pemprov

AMBON,MRNews.com,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon demo pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku, Senin (25/2/19). Mereka menuntut dan mendesak Pemprov untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pengadaan tol laut yakni adanya tambahan kapal untuk beroperasi di Maluku terlebih khusus di kecamatan kepulauan Romang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Jika tidak, maka Pemprov dinilai gagal memperjuangkan kepentingan hakiki masyarakat.

Tuntutan itu karena menurut Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Hervi Laimeheriwa dari bulan Juli 2018 hingga Februari 2019 atau 8 bulan lamanya tidak ada satupun kapal perintis yang menyinggahi pulau Romang. Padahal sebelumnya ada kapal, tiga minggu sekali. Namun selama ini tidak ada lagi dan sangat menghambat akses pelayanan publik dan peningkatan ekonomi masyarakat Romang. Pihaknya juga mendesak PT Pelni secepatnya menetapkan jadwal rute kapal yang melintasi Romang. Serta mendesak DPRD Maluku untuk membentuk Pansus terkait persoalan ini.

Demo ini tidak ada kepentingan politik, tapi murni kepentingan masyarakat Romang. Karena Romang bagian dari Maluku dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus diperhatikan transportasi agar memperlancar ekonomi masyarakat. 8 bulan tidak ada kapal yang singgah ke Romang. Padahal biasanya ada tiga minggu sekali. Apalagi tidak ada penjelasan ke masyarakat yang memang bertanya-tanya. Kami anggap Pemprov gagal mengawal kepentingan publik dan memastikan akses pelayanan masyarakat terjamin,” tegasnya.

Ketua Cabang GMNI Ambon, Sujahri Somar menambahkan, akibat tidak adanya akses transportasi laut, masyarakat hanya bertahan hidup dengan makan jagung sampai sekarang. Ini tentu sangat mengkhawatirkan, jika tidak ada solusi segera. “Kami harap transportasi laut jadi tolak ukur dan bisa singgahi Romang. Jika persoalan ini tidak diresponi dengan baik maka kami janji akan melakukan aksi selanjutnya dengan masa yang lebih banyak,” harapnya.

Plt Sekda Maluku, Lutfi Rumbia yang menemui pendemo menjelaskan, dirinya akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada Gubernur dan Wagub, untuk selanjutnya dibahas dengan memanggil pihak-pihak terkait guna menyelesaikan transportasi laut ke Romang. “Saya tidak bisa ambil keputusan sekarang tapi butuh koordinasi. Kami janji akan segera menindaklanjutinya,” ujar Rumbia yang didampingi Kepala Kesbangpol Maluku, Sam Sialana dan Kabid Laut Dishub Maluku, Yana Tanasale.

Adapun isi pamflet yang dibawa pendemo saat aksi bertuliskan “Dimana keadilan negara dalam melihat Romang dan MBD”, “Romang juga manusia”, “Romang juga bagian dari NKRI”, “Kapal adalah jantung perekonomian di Pulau Romang”. Usai di Pemprov, aksi demo GMNI dilanjutkan ke PT Pelni dan DPRD Maluku. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *