by

Kandungan Residu Dibawah, Sayuran di Ambon Aman Dikonsumsi

-Kota Ambon-759 views

AMBON,MRNews.com,- Terkait hasil pengawasan (uji) laboratorium yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Maluku terhadap sampel pangan segar asal tumbuhan (sayur-sayuran) pada beberapa petani di kota Ambon yang terdeteksi residu pestisida golongan Peritroit dengan bahan aktif parethrin pada sayuran kangkung, terong hijau dan terong ungu serta bakteri e-coli pada sayuran sawi hijau dan selada, hasilnya bahwa kandungan residu pestida tersebut masih dibawah ambang batas residu.

“Berdasarkan SNI 7313 : 2008, batas maksimum residunya 0,1 mg/kg untuk terong, hasil uji lab. adalah 0,0058 mg/kg, juga untuk kangkung. Hal ini menunjukan bahwa kandungan residu pestida tersebut masih dibawah ambang batas residu (BMR) sehingga dapat dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” ujar pelaksana tugas (Plt) kepala dinas ketahanan pangan Maluku Habiba Saimima dalam rilisnya yang diterima media ini, Rabu (18/9/19).

Namun demikian dikatakan Saimima, instansi yang berwenang atau terkait harus terus melakukan pembinaan terhadap para petani sayuran ini agar menggunakan pestisida ramah lingkungan untuk melindungi masyarakat dari bahaya residu pestisida kimia yang menimbulkan berbagai penyakit degeneratif.

“Terdeteksinya bakteri e -coli juga masih dibawah ambang batas juga dan ini masih dikatakan aman. Bakteri e–coli ini disebabkan oleh penggunaan pupuk kandang yang belum matang maupun penggunaan air yang kurang bersih dalam proses produksi. Namun demikian bakteri dapat dimatikan dengan pencucian sayuran secara benar dan bersih (air mengalir) dan dimasak pada suhu yang sesuai sehingga bakteri tersebut akan mati,” bebernya.

Diakui, tugas dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan melakukan pengawasan terhadap pangan segar asal tumbuhan (PSAT) baik pada pre market (pasar tradisional dan pasar modern) dan post market (kebun petani). Pengawasan terhadap PSAT ini dilakukan dengan metode pengujian langsung menggunakan Rapid Test Kit dan pengujian di laboratorium.

“Berdasarkan Permentan no.53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu PSAT yang didalamnya mengatur pengawasan PSAT. Pengujian PSAT ini dilakukan untuk menguji kandungan residu pestisida kimia, formalin, logam merkuri, zat tambahan makanan lainnya. Bila hasil pengawasan terdeteksi kandungan residu tersebut maka badan/dinas terkait akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembinaan terhadap petani di wilayahnya,” paparnya.

Sementara, kepala DKP kota Ambon Jhon Tupan ketika hendak dikonfirmasi perihal surat DKP Maluku tentang penyampaian hasil uji laboratorium terhadap beberap produk sayuran di kota Ambon tertanggal 14 Agustus 2019 enggan ditemui dengan alasan butuh pendampingan Diskominfo terlebih dahulu agar jelas.

Sebagaimana diketahui, surat bernomor 521/789/DKP/VIII/2019 dari DKP provinsi Maluku tentang penyampaian hasil uji laboratorium tanggal 14 Agustus 2019 yang ditujukan kepada kepala DKP kota Ambon cq kepala bidang ketahanan pangan terhadap beberapa produk sayuran antara lain bayam merah, kangkung, sawi, terong ungu, terong hijau dan selada yang samperlnya diambil dari kebun milik La Adong di Desa poka, Erwin Desa Airlouw serta Yanto (KRPL) di Dusun Taeno hasilnya terdeteksi residu pestisida dan mirkroba e-colli, maka perlu lakukan pendampingan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed