Kader Posyandu & BKB Diharapkan Bijak Tangkal Hoax

AMBON,MRNews.com,- 770 Kader Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) kota Ambon diharapkan bijak untuk menangkal berita-berita tidak benar alias hoax yang diterima melalui handphone baik SMS, WhatsApp, Facebook maupun media sosial lainnya. Pasalnya di era post truth sekarang ini, kebohongan sering dipakai dengan segala cara untuk mengganggu psikologi masyarakat. Apalagi di tengah keadaan bencana gempabumi yang saat ini melanda Maluku termasuk kota Ambon, bisa dimanfaatkan oleh siapapun untuk meraih keuntungan.

Karenanya kader posyandu dan BKB adalah garda paling depan di masyarakat yang setiap saat berinteraksi dengan ibu-ibu dan wanita khususnya sehingga penting hal itu menjadi perhatian. Supaya terlebih dahulu mengecek dan verifikasi setiap informasi yang diterima kepada pihak-pihak berkepentingan sehingga jelas dan tidak terjebak menjadi penyebar hoax.

“770 kader posyandu dan BKB yang menerima insentif ini saya minta harus arif, bijak menanggapi setiap berita yang masuk ke HP dan media sosial. Harus konkfirmasi kebenarannya ke Lurah, RT setempat benar dan tidak. Kalau tidak dicek, bisa jadi masalah kalau hoax. Karena kadang ada orang usil. Maka perlu verifikasi benar dengan sumbernya,” harap Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat memberikan biaya operasional bagi kader posyandu dan BKB triwulan III 2019 di tribun Lapangan Merdeka, Rabu (9/10/19).

Tentang bencana gempabumi dirinya mengaku, akan follow up lewat sosialisasi intensif ke skolah, RT/RW, kelurahan bahkan kader posyandu dan BKB sehingga bisa tahu informasi tentang kebencanaan dan cara menyelamatkan diri serta upaya mitigasi. Sebab semua orang harus mempersiapkan diri secara baik menghadapi bencana. Pasalnya pengetahuan itu sangat penting, tak bisa mengandalkan orang lain sebab semua telah serba teknologi.

“Sosialisasi kebencanaan ke sekolah jadi prioritas Pemkot dan BPBD. Kita sementara siapkan materi dan modulnya. Bisa saja ada pelatihan mitigasi bencana untuk tiap keluarga. Sehingga semua keluarga tanggap bencana, teknisnya nanti diatur kemudian. Saya juga bersyukur kita dapat gempa supaya kita juga siapkan diri dan tahu mitigasi bencana. Tapi intinya saling berefleksi serta mawas diri dan utamanya mari tingkatkan doa,” tukasnya didampingi wakil walikota Syarif Hadler. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *