by

Jihad Dan Martir Sosial Untuk Kilmury

AMBON,MRNews.com,- Kilmury, sekitar 7000-an penduduk menetap di Kecamatan yang masuk dalam pemerintahan Kabupaten SBT (Seram Bagian Timur). Kilmury memiliki 13 Desa Administratif dan 1 negeri Adat, yakni Kilmury, dari nama negeri adat inilah kemudian kecamatan diberi nama yang sama pula disaat awal pemekaran kabupaten SBT.

Kilmury memiliki luas kecamatan urutan ke-3 di kab SBT, selain masih satu daratan dengan Ibukota Kabupaten SBT, tapi tidak punya akses jalan raya ataupun pelabuhan laut layaknya Kota Kecamatan lain yang letaknya di pesisir.

Daerah ini menjadi terisolir, ditambah dengan jarak antar desa yang banyak tidak berdekatan. Kondisi ini berdampak pada berbagai hal, diantaranya; guru dan tenaga kesehatan minim bertugas di sana, selain listrik dan telekomunikasi yang nyaris semua penduduk tidak dapat menikmati.

Selain drama kemanusiaan yang lazim terjadi: (1) ada yang hanya untuk menelpon anaknya yang kuliah di Ambon harus bersusah payah mencari lokasi signal, karena tidak ada tower yang menjangkau seluruh kecamatan; (2) ada yang hendak ke sekolah atau keperluan di desa tetangga selalu menyebrangi sungai besar dan bibir pantai saat air surut karena tidak ada akses jalan darat dan jembatan; (3) ada yang melahirkan lalu berakibat fatal karena tidak ada pertolongan secepatnya oleh tenaga medis; (4) ada yang mungkin saja mengidap sakit parah tapi tidak pernah terekspos karena susahnya transportasi dan telekomunikasi; (5) ada yang tenggelam karena menempuh jalur laut meskipun dengan speedboat atau motor tempel sekalipun.

Gambaran di atas boleh berlanjut, selama daerah ini terisolir. Saya bertanya mengapa Nawacita belum juga sampai di Kilmury?. Sebagian lain menimpali gerakan #saveKilmury dengan nada satire, semisal: bagaimana pengelolaan ADD?

Relung hati saya butuh bicara, mengapa pula kalian matikan nalar untuk merenung tentang keadaan itu? Bahkan kalau kita ambil Rp 200 juta dari tiap desa per tahun, maka apa yang bisa kita lakukan dan maksimalkan?

Saya tidak butuh lagi menyalahkan Pemprov Maluku dan Pemkab SBT, keterbatasan anggaran membuat saya sangat yakin persoalan ini tidak bisa terselesaikan dengan satu kali pencairan. Apalagi menyalahkan masyarakat, itu sama saja membungkam nurani.

Mewakili berbagai individu dan elemen yang tergabung dalam #saveKilmury, saya sampaikan Kilmury sudah darurat, tolong Pemerintah Pusat segera bangun akses jalan darat dan pelabuhan laut, tancap tiang listrik dan bangun tower di Kilmury sekarang juga.

Karena Kilmury adalah anak kandung Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salam Kemanusiaan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed