by

Jawab “Tudingan” Kepala RSUD Saparua, Kasrul: No Comment !

-Maluku-2,764 views

AMBON,MRNews.com,- Pernyataan ketua harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang kepada awak media yang menyebutkan pasangan suami istri (Pasutri) asal Saparua sesuai Rapid Test atau tes cepat hasilnya reaktif (positif) dan dirawat/diisolasi di RSUD Saparua mendapat respon.

Salah satunya dari warga net/netizen yang mengklaim sebagai Plt Kepala RSUD Saparua dr Vita Nikijuluw. Tak hanya Kasrul, Nikijuluw pun menyalahkan media yang jelas mempublish pernyataan Kasrul secara detail.

Disalah satu akun facebook, akun dengan nama FB Nikijuluw Vita yang viral dimedia sosial terutama FB berkomentar : “Ini berita yang salah. Tolong untuk media pers jangan langsung ditelan mentah2 kalo tidak dapat sumber dari pihak RSUD Saparua. Sebenarnya kami dari RSUD Saparua tidak pernah merawat/mengopnamekan kedua bersangkutan.

Mereka tidak punya gejala apa2. Beta dokter dan sekaligus Plt di RSUD Saparua. Dan beta yang tahu jelas tentang kondisi beliau2. Mereka tidak ada keluhan dan hanya dikarantina mandiri. Mereka diperiksa RDT hanya karena status mereka sebagai PP dan dari Sulawesi. Dan apa yang dibicarakan oleh pak Sekda prop, bahwa mereka diisolasikan di RSUD Saparua dan mengalami SESAK, JELAS-JELAS KELIRU.

Terima kasih buat yang memahami kondisi psikologis dari ybs dan keluarga. Seandainya anda2 di posisi spt ini, apa yang anda rasakan?. Kalo hasil RDT belum akurat, kan masih bentuk REAKTIF dan hasil PCR belum keluar. Jadi mohon jangan di TULIS SBG PASIEN CORONA. Ingat ini negara HUKUM”.

Sebelumnya, Kasrul katakan, dua orang yang adalah Pasutri asal Saparua sesuai Rapid tes hasilnya reaktif (positif). Keduanya adalah pasien dalam pengawasan (PDP).

“Tadi sore (Rapid test). Jadi sore tadi, kita dapat informasi ada 2 PDP kita disalah satu kecamatan tepatnya di Saparua. Dari hasil Rapid Test menunjukkan reaktif berarti positif. Kedua orang itu merupakan pasangan suami istri” jelas Kasrul kepada awak media di kantor Gubernur, Minggu (5/4).

Pasutri itu kata Kasrul, warga asli Saparua yang sekarang sudah diisolasi ke RS Saparua. Riwayat perjalanan keduanya dari Raha Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu dan tiba di Kota Ambon antara 18 atau 19 Maret. Mereka merasa sesak napas dan seterusnya.

“Mereka dari Raha dan tiba di Ambon lalu ke Saparua beta tidak ingat pasti, 18 atau 19 Maret tadi informasinya. Nanti besok datang baru katong tahu informasi lebih detail. Yang jelas sore tadi petugas kita sudah pergi menuju Saparua untuk mengevakuasi Pasutri PDP itu. Mereka sementara di rumah sakit di Saparua,” kata Kasrul.

Terhadap komentar Nikijuluw, Kasrul yang diminta klarifikasinya terhadap “tudingan” itu enggan menanggapinya. “No Comment, no comment lah,” singkat Kasrul yang juga Sekda Maluku kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Selasa (7/4). (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed