Jatim Juara Umum Kejurnas Catur di Ambon

AMBON,MRNews.com,- Kontingen Provinsi Jawa Timur (Jatim) berhasil menjadi juara umum dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) Catur ke-48 tahun 2019 di Kota Ambon, Provinsi Maluku (25-31 Oktober 2019) dengan menggondol 6 emas, 9 perak dan 9 perunggu atau total 21 medali. Dengan demikian, provinsi dengan ibukota Surabaya itu membawa pulang piala bergilir ketua umum PB Percasi dan piala tetap Gubernur Maluku serta uang pembinaan.

Berdasarkan hasil pertandingan yang dibacakan inspektur pertandingan Herman Kurniadi, Jatim hanya berselisih satu emas dengan kontingen DKI Jakarta yang keluar sebagai juara umum II dengan total 8 medali yakni 5 emas, 1 perak, 2 perunggu, kemudian kontingen Bali di posisi ketiga dengan total 3 emas, perak dan perunggu 0, kontingen Jawa Tengah (Jateng) di posisi keempat dengan 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu atau total 6 medali dan di posisi lima ada kontingen DIY dengan 1 emas. Sedangkan tuan rumah Maluku harus menelan pil pahit karena pulang tanpa medali. Namun berhasil hantarkan dua atlet jadi master Percasi Amrin Aliy dan Yusuf Burita.

Hendri Hendratmo Sekjen PB Percasi pada kesempatan itu katakan, meski banyak isu yang bertebar sebelum Kejurnas dimulai bahwa akan adanya gempa besar dan tsunami di Ambon, Maluku tapi atas keberanian dan semangat semua baik panitia, kontingen serta atlet sehingga Kejurnas catur maupun Rakernas Percasi bisa jalan lancar dan sukses, hingga melahirkan para pemenang serta master Percasi dan master nasional. Untuk event berikutnya nanti di tahun 2020 akan digelar Kejurnas catur junior di Provinsi Bangka Belitung. Sedangkan pecatur senior mengikuti PON di Provinsi Papua.

“Mewakili PB Percasi kami patut memberikan atensi dan apresiasi kepada panitia, official dari 28 provinsi terutama para atlet. Seluruh elemen mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Nantinya pemenang kategori senior langsung masuk tim nasional catur untuk Olimpiade sedangkan junior akan kita dorong ikuti event ke tingkat ASEAN bahkan tingkat ASIAN. Hal ini sebagaimana komitmen ketua umum PB Percasi pa Utut Adianto,” paparnya sembari menutup Kejurnas Catur ke-48 di Islamic Center, Rabu (30/10/19).

Sementara Ketua Pengprov Percasi Maluku Edwin Adrian Huwae memohon maaf kepada 28 Pengprov Percasi yang terlibat dalam Kejurnas dan Rakernas terutama para atlet atas segala kekurangan yang ada, karena semua dilakukan dalam keterbatasan. Namun akhirnya bisa berjalan lancar dan sukses.

“Semoga Ambon dan Maluku memberi kesan positif dan baik selama bapak/ibu, ade-ade berada mengikuti Kejurnas, yang nantinya dapat diceritakan ketika kembali ke daerah asal masing-masing. Biarlah yang kurang berkenan ditinggalkan saja di Ambon. Patut juga disyukuri meski Maluku dilanda gempa dan isu tsunami tetapi semua bisa berjalan dengan baik,” tutup mantan ketua DPRD Maluku itu. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *