by

Jalan Pattimura, Jadi Lokasi Awal Penindakan Parkir Seharian

AMBON,MRNews.com,- Jalan Pattimura menjadi contoh lokasi awal yang dilakukan penindakan oleh dinas perhubungan (Dishub) kota Ambon terhadap kendaraan roda empat yang parkir 24 jam menggunakan badan jalan sebagai garasi. Setelah itu berjalan baik, kemudian akan berpindah ke titik-titik strategis yang padat kendaraan dengan badan jalan sebagai garasi 24 jam.

Jalan Pattimura dipilih awal karena merupakan jalur yang dalam pantauan paling banyak kendaraan roda empat parkir atau inap di badan jalan selama 24 jam. Meskipun memang, kendaraan parkir pada rambu-rambu yang telah ditentukan.

“Kita jadikan Jalan Pattimura sebagai lokasi awal penindakan. Mobil yang diparkir semalaman dengan menggunakan badan jalan sebagai garasi, kita derek dan ada pula digembok. Itu sudah berjalan baik di hari pertama. Nantinya akan berpindah ke lokasi lain yang memang terpantau badan jalan jadi garasi,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette kepada media ini di Balaikota, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, penindakan itu sebagai bentuk pihaknya menjalankan peraturan daerah (Perda) kota Ambon. Dimana kendaraan dilarang menggunakan badan jalan sebagai garasi untuk parkir 24 jam atau sehari. Konsekuensi bila tidak mengindahkan maka kendaraan akan digembok dan diderek ke dua lokasi yakni Passo dan pasar Hiegines di Tantui, selanjutnya membayar denda ke kas daerah sebesar Rp 500 ribu.

“Mobil derek kita khan baru satu saja yang ada. Maka memang terbatas untuk diangkut. Sebisanya mobil yang melanggar diderek ke dua lokasi itu dan sisanya digembok sampai keesokan harinya pemilik akan mengklarifikasi ke dinas, membayar denda langsung ke kas daerah barulah gembok dilepas. Tujuannya memang selain ada efek jera tetapi masyarakat bisa sadar untuk tidak menggunakan badan jalan sebagai garasi,” jelas Sapulette.

Oleh sebab itu, dirinya menghimbau, kepada pemilik kendaraan untuk tidak menggunakan badan jalan di lokasi manapun yang memang merupakan jalan umum, sebagai garasi atau parkir semalaman. Sebab konsekuensinya adalah penindakan oleh petugas tanpa kecuali.

“Kami himbau masyarakat kalau beli mobil harus punya garasi sendiri, bukan jadikan jalan umum garasi. Sebab jalan umum adalah milik semua orang, dan area parkir ada aturannya,” pungkas mantan sekretaris dinas PUPR kota Ambon. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed