by

Jaga Kestabilan Level I, Ini Upaya Pemkot Ambon

AMBON,MRNews.com,- Kota Ambon saat ini sudah masuki Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro level I karena nihil kasus terkonfirmasi positif, dengan zonasi kuning.

Serta indikator capaian vaksinasi yang sudah mencapai 83,81 persen untuk dosis pertama, dan vaksinasi Lansia yang telah mencapai 64,48 persen.

Menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota di Maluku yang ditetapkan Pemerintah Pusat (Pempus) sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 61 tahun 2021 tertanggal 22 November.

Untuk menjaga kestabilan itu agar tidak turun level, upaya yang dilakukan pemerintah kota (Pemkot) Ambon adalah dengan mengoptimalkan vaksinasi door to door yang sudah jalan dan vaksinasi terpusat, guna memperkuat imun tubuh dari keterpaparan.

“Kita berusaha semaksimal mungkin supaya level ini tetap terjaga, bahkan kita bisa masuk ke zona hijau, melalui peningkatan vaksinasi kepada seluruh stakeholder yang sementara digalakkan, termasuk dengan pendekatan door to door,” tandas Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Vaksinasi door to door itu akuinya, telah dimulai beberapa hari lalu di Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon, yang melibatkan tenaga medis dari Puskesmas setempat, perangkat desa/negeri, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Satgas Covid-19 desa.

Dimana lewat pendekatan itu, petugas akan turun vaksinasi dan menempel stiker khusus didepan rumah tiap warga yang dijumpai, untuk mengetahui berapa jumlah anggota keluarga yang sudah divaksin dosis pertama, dosis kedua dan ketiga, serta berapa orang yang belum.

“Itu akan kebaca. Sehingga kita tinggal tahu saja. Kalau nanti ada perubahan, tinggal kita ganti lagi stiker dan tempel lagi yang baru. Saya kira kita lebih fokus diupaya percepatan dan efektivitas vaksinasi,” terangnya di Ambon, Minggu (28/11).

Diakui, Kota Ambon sudah mencapai target herd immunity 70 persen yang dibebankan oleh pemerintah pusat. Sehingga pengetatan dipintu-pintu masuk untuk membatasi pergerakan/mobilitas orang tidak perlu lagi dilakukan.

Hanya memang, nanti saat pemberlakuan PPKM mikro level III diberlakukan secara nasional hingga ke daerah 24 Desember 2021-2 Januari 2022, tentu Pemkot akan melakukan pembatasan lebih ketat.

“Sekarang kita melaksanakan seluruh aktifitas itu dengan standar level I. Nanti pada waktu level III, kita akan perketat lagi di tanggal 24 Desember 2021-2 Januari 2022,” tegas Walikota dua periode itu.

Mengenai pembatasan dilevel III hal-hal apa saja yang tidak boleh atau dibatasi, Pemkot sambungnya, akan menyesuaikan dengan kondisi itu. Misalnya restoran, rumah makan harus 50 persen kapasitas, tetap sesuaikan untuk dilaksanakan lagi.

“Termasuk kemungkinan bisa tidaknya open house Natal, nanti akan dilihat dalam petunjuk PPKM level III. Kalau memang tidak boleh, saya akan surati seluruh pegawai dan himbau kepada masyarakat untuk tidak open house. Kalau misalnya ada yah secara kekeluargaan lah,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed