by

Jaga Ambon Zona Kuning, Walikota Minta Tidak Lengah & Bereuforia

AMBON,MRNews.com,- Kota Ambon saat ini berada dizona kuning atau beresiko rendah penyebaran Covid-19. Guna menjaga trend positif itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy minta warga kota tidak lengah dan berhenti bereuforia agar kondisi normal bisa dijalani.

“Tidak boleh euforia lah dan lengah kita. Walau sudah kuning, tapi betul-betul kita harus berikhtiar untuk itu. Fokus dan disiplin terapkan protokol kesehatan (Prokes),” pinta Walikota kepada awak media di Ambon, Senin (10/5).

Sebab meski sudah dizona kuning, tapi sebutnya, belum semua aktifitas belum bisa berjalan normal. Sebab pemerintah kota (Pemkot) Ambon akan melihat berdasarkan skala prioritas, sektor mana saja yang bisa diijinkan.

“Kita melihat sesuai skala prioritas. Kita akan buka perlahan-lahan dulu kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pelayanan publik misalnya begitu,” tandasnya.

Sementara fasilitas umum di mall untuk kegiatan anak-anak misalnya, kata Louhenapessy, semua tetap dengan memperhatikan Prokes dan akan mulai dibuka pelan-pelan, guna mengurangi tingkat stressing dari masyarakat.

“Termasuk ada permintaan dari pengelola karaoke untuk buka lagi nanti dengan protokol kesehatan yang ketat sekali. Kemudian nanti sekolah Juli mendatang, juga kita akan evaluasi,” beber Walikota.

Khusus sekolah tatap muka yang direncanakan berjalan Juli mendatang atau ditahun ajaran baru untuk daerah zona kuning dan hijau sesuai petunjuk pemerintah pusat, menurutnya, tetap akan dilakukan ujicoba.

“Misalnya begitu, musti hati-hati. Jangan sampai kita lengah. Sebab yang paling berat ini sekolah. Anak-anak kan nggak tahu sama sekali, tidak bisa kontrol. Ketika mereka bermain, tidak cuci tangan, kemudian tidak memakai masker, ini kan berbahaya sekali,” urai politisi Golkar.

“Justru mereka bisa menjadi sumber masalah yang dibawa pulang ke orang tua mereka. Karena mereka punya ketahanan fisik, imunnya rendah dan mereka bisa dibawa pulang ke orang tua. Itu yang berbahaya sekali,” sambung mantan ketua DPRD Maluku.

Sehingga benar-benar harus mempertimbangkan semua hal karena pemerintah tidak mau kecolongan. “Kan berat sekali itu kan, karena biaya untuk penanganan Covid-19 ini besar sekali,” kunci Louhenapessy. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed