by

Jadi Tersangka, Oknum Pejabat Pol-PP Bejat Bebas

AMBON,MRNews.com,- Setelah melalui serangkaian penyidikan oleh Sat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, oknum pejabat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) MN (41), terduga pelaku pencabulan terhadap seorang wanita yang juga anak buahnya, AP (38) telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 11 Juli 2019 lalu.

Perkara dugaan tindak pidana pencabulan dengan kekerasan itu ditangani Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, berdasarkan laporan polisi nomor: LP/533/VII/2019/Res Ambon tanggal 2 Juli 2019.

“Setelah melalui serangkaian penyidikan dan pemeriksaan saksi, MN oknum pejabat Satpol PP Kota Ambon itu resmi tersangka. Penetapam statusnya sejak 11 Juli 2019 lalu,” ujar Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/7/19).

Namun, karena alasan bakal kooperatif dengan penyidik untuk menjalani proses lebih lanjut, sebut Julkisno, MN dipastikan tidak ditahan di Mapolres Ambon dan tetap berkantor bebas seperti biasa. Padahal perbuatan MN dikategorikan biadap dan tak manusiawi. “Tersangka memang tidak ditahan. Karena ia berjanji akan kooperatif. Memang itu diatur dalam pasal 20 dan 21 KUHAP,” ujar mantan Kapolsek Teluk Ambon itu.

Akibat perbuatan tersangka, kata Julkisno, MN dijerat pasal 289 KUHP yang mengatur mengenai perbuatan cabul di lingkungan kerja/institusi dan atau merusak kesopanan dan keasusilaan.

Sebagaimana diberitakan, MN Kepala Seksi Kerjsama Satpol PP Kota Ambon diduga mencabuli AP di kantor Satpol PP Kota Ambon, Senin (1/7) lalu. Berawal ketika AP hendak mengambil helm yang dititip di pos penjagaan 28 Juni lalu. Saat hendak mengambil helm, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang korban. Entah mengapa, atau diduga tak mampu menahan syahwatnya, tangan MN meramas bokong wanita 38 tahun tersebut.

Usai menjalankan aksi tak senonoh, warga Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Ambon, ini malah merasa tidak berdosa. Pasalnya, ia terus berjalan menuju lantai II Kantor Satpol PP, sekira pukul 09.15 WIT. Tindakan tidak terpuji pelaku membuat korban naik pitam. Korban merasa harga dirinya telah dilecehkan pelaku. Esok harinya, korban bersama sejumlah saksi menuju pos Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ambon untuk melaporkan kejadian “biadap” itu.

Bahkan AP mengaku, tersangka bukan baru sekali. Tahun 2017 lalu, pria 41 tahun juga mencabulinya. Tangan pelaku diduga “gatal” hingga berani memegang bokong pegawainya tersebut. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed