Jadi Kota Musik, Ambon Merepresentasi Budaya Bermusik & Kearifan Lokal

AMBON,MRNews.com,- Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno menjelaskan, ketika Ambon disahkan menjadi kota musik dunia nantinya oleh UNESCO pada tahun ini, maka Ambon dengan sendirinya menjadi wajah baru bagi 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku.

“Ambon akan merepresentasikan budaya bermusik dan kearifan lokal dari 11 Kabupaten/Kota yang ada di Maluku,” jelasnya saat menghadiri pagelaran seni 2019 dalam rangka mendukung Ambon sebagai kota musik dunia yang digagas UPTD Taman Budaya Maluku di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya, Jumat (24/5/19) malam.

Sebagai ibukota provinsi Maluku, mantan Bupati Maluku Barat Daya (MBD) itu menilai, Kota Ambon yang saat ini tengah menuju kota musik dunia sudah seharusnya mendapat dukungan dari berbagai pihak, terlebih dari pihak provinsi.

“Dukungan penuh kami berikan dari Pemprov Maluku bagi Kota Ambon menjadi kota musik dunia. Ini salah satu cara kita mendukung,” terangnya.

Sebab itu, kedepan Wagub berharap, dalam setiap pementasan, budaya serta kearifan lokal dari Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku dapat ditampilkan di Ambon. Sehingga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota serta Provinsi perlu untuk lebih memberi dukungan kepada sanggar-sanggar seni yang ada dan aktif.

“Karena bermusik bukan hanya tentang lagu-lagu pop milenial tapi juga lagu-lagu budaya yang mampu menunjukkan kearifan lokal budaya yang ada di Maluku,” pinta mantan wakil bupati MTB.

Sementara, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Maluku yang telah memberi dukungan penuh kepada Kota Ambon salah satunya melalui pementasan seni 2019. “Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, saya ucapkan terima kasih kepada Pemprov Maluku. Sesungguhnya semua ini menjadi bagian dan tidak bisa dilepas-pisahkan dalam upaya Pemkot Ambon menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia,” demikian Wawali. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *